klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Viral, Lumba-lumba Dibantai Bersama Oleh Nelayan Pacitan

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Petugas melakukan penggeledahan kapal yang diduga ABK nya melakukannya pembantaian lumba-lumba (Polres Pacitan) 
Petugas melakukan penggeledahan kapal yang diduga ABK nya melakukannya pembantaian lumba-lumba (Polres Pacitan) 

KLIKJATIM.Com | Pacitan - Sebuah video dengan caption dugaan pembantaian lumba lumba oleh nelayan di Pavitan viral. Video berdurasi 20 detik itu ramai tersebar di grup. Whatsapp.

Video tersebut memperlihatkan sejumlah nelayan sedang asyik menangkap dan membantai  sejumlah lumba-lumba di kawasan pantai di Kabupaten Pacitan

Dalam video itu, nampak sekitar 7 ekor ikan lumba lumba sudah mati. Juga terdapat banyak yang terluka.

Masih di dalam video, juga terlihat 3 orang nelayan tengah sibuk mengangkat jaring yang sebelumnya di pasang. 

"Kami sudah tahu. Dan sudah melakukan penyelidikan dan penggeledahan bersama Petugas Keamanan Laut Terpadu (Kamladu), TNI AL, Polairud, serta Polsek Pacitan," ujar Kapolres Pacitan, AKBP Wiwit Ari Wibisono, Minggu (9/1/2022). 

Dia mengatakan bahwa berdasarkan penyelidikan kapal itu  merupakan milik seseorang yang diketahui bernama Suyanto alias pak Tok. Sedangkan nahkoda kapal bernama Bejo.

"Pada saat penggeledahan Petugas sudah tidak menemukan barang bukti lumba lumba, " kata lulusan AKPOL 2002 ini

Dia menjelaskan bahwa 23 ABK telah diperiksa di Mapolres Pacitan. Seluruh bagian kapal sudah dilakukan penggeledahan saat kapal tersebut masih posisi melaut. 

"Dan kami petugas tidak temukan barang bukti  lumba lumba yang mati seperti dalam video itu",lanjutnya

Wiwit  menambahkan, pengakuan dari ABK terhadap polisi, lumba lumba tersebut memang sempat di naikan ke kapal.  Tidak sengaja terjaring oleh nelayan. 

"Lumba lumba itu sebagian sudah dalam kondisi mati. Beberapa ekor  terluka karena tersangkut jaring, " bebernya. 

Pengakuan mereka, 7 ekor lumba lumba yang diatas kapal itu disiram air. Beberapa saat kemudian  dikembalikan ke laut dalam kondisi seperti itu. 

"Pengakuannya  tidak ada unsur kesengajaan penangkapan lumba lumba. Ikan lumba lumba itu masuk jaring nelayan yang terpasang beberapa jam sebelumnya di laut, kemungkinan ikan ini berontak saat terjaring sehingga ada yang luka dan alami kematian, sudah dilepaskan kembali," Tegasnya

Namun demikian Pihak Kepolisian masih terus mendalami dugaan pembantaian lumba lumba  yang dilakukan oleh nelayan asal pacitan ini. Polisi juga akan menanyakan Kepada Dinas Kelautan  batas  area atau  lokasi penangkapan, sehingga kasus ini tidak terulang lagi.  (yud)

Editor :