klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Pedagang Kerupuk Asal Mojokerto Meninggal Mendadak Saat Antar Dagangannya

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Korban saat hendak dievakuasi oleh polisi ke rumah sakit
Korban saat hendak dievakuasi oleh polisi ke rumah sakit

KLIKJATIM.Com | Gresik — Seorang pedagang kerupuk ditemukan meninggal mendadak usai mengantarkan dagangan kerupuknya di Desa Sumberwaru, Kecamatan Wringinanom, Gresik. 

Pedagang itu diketahui bernama Amat (44) warga Desa Karangkedawang, Kecamatan Sooko, Mojokerto. Sontak warga setempat  membuat geger usai meninggal dunia secara mendadak, Minggu (2/1/2022).

Informasi yang dihimpun sebelum kejadian, korban sedang mengirim kerupuk ke wilayah Wringinanom dengan menggunakan sepeda motor Honda Supra Fit. Pada saat kejadian, korban mengenakan jaket dan celana berwarna abu-abu. Tidak ada aktivitas janggal yang terlihat.

Hingga kemudian korban lemas dan duduk di depan toko milik Munaam (39), sekitar pukul 13.15 WIB, Minggu (2/1/2022). Korban kemudian merintih kesakitan dan sempat didengar oleh Munaam. Namun nahas, takdir berkata lain dengan korban Amat keburu meninggal dunia di lokasi kejadian sebelum mendapat pertolongan medis.

Kapolsek Wringinanom AKP Kristianto mengatakan, sebelum meninggal dunia secara mendadak, korban sempat merintih kesakitan dan minta tolong di sekitar lokasi kejadian. Namun usaha pertolongan yang coba dilakukan, tidak mampu menyelamatkan nyawa korban.

“Meninggal dunia di lokasi, indikasi penyakit jantungnya kambuh,” ucapnya, Senin (3/1/2022). 

Korban diketahui sudah puluhan tahun bekerja sebagai penjual kerupuk, dan sehari-hari biasa mengirim kerupuk ke toko-toko yang sudah menjadi langganan. Termasuk ke wilayah Kecamatan Wringinanom, Gresik.

“Menurut informasi dari pihak keluarga, korban mempunyai riwayat penyakit jantung,” tambah  Kristianto. 

Dari hasil  pemeriksaan polisi  terhadap tubuh korban, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Pasca evakuasi dilakukan, jasad Amat kemudian diserahkan kepada keluarga korban.

“Pihak keluarga juga sudah menulis surat pernyataan, menganggap kejadian adalah musibah,” pungkas  Kristianto. (yud)

Editor :