klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Peringati Hari Lingkungan Hidup, Pelindo Petikemas Ambon Tanam 2.500 Pohon Produktif di Tawiri

avatar Much Taufiqurachman Wahyudi
  • URL berhasil dicopy
PT Pelindo Terminal Petikemas melalui TPK Ambon merealisasikan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan dengan menanam 2.500 anakan pohon produktif di Negeri Tawiri.
PT Pelindo Terminal Petikemas melalui TPK Ambon merealisasikan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan dengan menanam 2.500 anakan pohon produktif di Negeri Tawiri.

KLIKJATIM.Com | Ambon – PT Pelindo Terminal Petikemas melalui Terminal Peti Kemas (TPK) Ambon merealisasikan komitmen penghijauan berbasis ekonomi masyarakat. Langkah ini diwujudkan lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan menanam 2.500 pohon produktif di Negeri Tawiri, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Maluku, Jumat (26/6/2026).

Kegiatan yang menjadi rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tersebut mengusung tema "Terinspirasi oleh alam, untuk iklim, untuk masa depan kita".

Sebanyak 2.500 anakan pohon yang ditanam terdiri dari empat jenis tanaman buah dan rempah bernilai tinggi, yaitu cengkih, pala, durian musang king, dan durian montong. Selain berorientasi pada pemulihan ekosistem dan menjaga kelestarian lingkungan, gerakan penanaman ini sengaja dirancang untuk memberikan stimulus nilai ekonomi jangka panjang bagi masyarakat setempat.

Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, menjelaskan bahwa agenda ini merupakan bagian integral dari strategi dekarbonisasi perusahaan dalam mereduksi emisi karbon secara nasional. Pelindo menargetkan penanaman sekitar 20.000 pohon yang tersebar di seluruh wilayah operasional Indonesia, di mana wilayah Maluku mendapatkan alokasi khusus sebanyak 2.500 pohon. Pemilihan jenis komoditas juga diselaraskan dengan kearifan lokal Maluku, khususnya cengkih dan pala yang historisnya menjadi komoditas unggulan daerah.

"Penanaman pohon ini bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi karena tanaman yang dipilih memiliki nilai jual yang tinggi. Khusus untuk Maluku, kami diberikan kepercayaan untuk menanam total 2.500 pohon sebagai bagian dari program nasional tersebut," ungkap Widyaswendra.

Menegaskan aspek keberlanjutan, Terminal Head TPK Ambon, Yandi Sofyan Hadi, menjamin bahwa program hijau ini tidak akan berhenti pada level seremonial belaka. Manajemen telah merancang sistem pengawasan berkala yang ketat untuk mengawal tingkat kelangsungan hidup tanaman di lapangan. Sebagai langkah konkret pendampingan, TPK Ambon turut menyalurkan paket sarana pemeliharaan berupa mesin pemotong rumput dan pasokan obat pengendali hama.

"Kami melakukan monitoring setiap bulan dan evaluasi secara berkala. Progres penanaman juga dilaporkan setiap tiga bulan agar program ini benar-benar memberikan hasil. Kami tidak hanya menanam, tetapi juga memfasilitasi dan mendampingi proses perawatan sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik," tegas Yandi Sofyan Hadi.

Gerakan pelestarian lingkungan ini mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Provinsi Maluku. Penjabat Gubernur Maluku yang diwakili oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Maluku, Haikal Baadila, menyatakan bahwa inisiatif korporasi ini berjalan beriringan dengan visi pemprov, terutama dalam program rehabilitasi lahan kritis yang areanya masih cukup luas di Kota Ambon.

Haikal Baadila menekankan bahwa intervensi dan dukungan nyata dari dunia usaha seperti Pelindo menjadi energi besar yang meringankan tugas pemerintah. Ia juga mengimbau warga Negeri Tawiri untuk proaktif merawat ribuan bibit tersebut agar dampaknya bisa dipanen sebagai warisan ekonomi masa depan. Kolaborasi erat yang melibatkan Pemprov Maluku, Pemkot Ambon, dan elemen masyarakat ini diharapkan mampu menjadi pemantik kesadaran ekologis yang berdampak multisektoral.

Editor :