klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Jelang Nataru, Dinas Kesehatan Tulungagung Temukan Makanan Tak Layak Edar di Pasaran

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy

KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) acapkali dimanfaatkan warga masyarakat untuk merayakannya bersama dengan keluarga.

Dalam momentum seperti ini permintaan bahan makanan di pasaran mengalami kenaikan, masyarakat biasanya berbondong bondong memborong bahan makanan di toko,pasar maupun swalayan.

Kondisi tersebut yang menjadi landasan Dinas Kesehatan Tulungagung gencar melakukan razia makanan minuman tak layak edar di Tulungagung,dalam beberapa hari terakhir ini.

Hal ini disampaikan oleh Inspektur Pangan Kabupaten Tulungagung, sekaligus Kasi Kefarmasian dan Perbekalan Dinas Kesehatan Tulungagung, Masduki pada Jumat (24/12/2021) siang.

"Kita lakukan giat razia sejak beberapa minggu terakhir ini sebagai antsipasi peredaran bahan pangan tak layak edar di Tulungagung,"ujarnya.

Masduki mengatakan, sejauh ini pihaknya telah melakukan inspeksi di 8 sarana penyedia bahan pangan bagi masyarakat di Tulungagung bahkan hingga ke pusat frozen food yang ada di Tulungagung.

"Ada 8 sarana penyedia bahan pangan yang kita datangi mas, ada yang toko, pusat perbelanjaan dan swalayan,"jelasnya.

Masduki menemukan sejumlah produk yang tidak terjamin mutunya seperti produk Kripik Sukun, Tales, Singkong, Stik Tahu,Pisang hingga Kripik Mlinjo yang dipasarkan tanpa dilengkapi dengan label jaminan mutu untuk masyarakat.

"Ada setidaknya 6 jenis makanan yang tak layak edar karna tidak menyertakan jaminan mutu di labelnya, langsung kita tarik," ucapnya.

Pihaknya juga menemukan sejumlah produk frozen food yang disimpan dalam ruang penyimpanan dengan suhu kurang dari ketentuan, yakni kurang dari minus 18 derajat.

"Kita juga temukan frozen food yang disimpan di lemari es dengan suhu diatas minus 18 derajat," ucapnya.

Masduki menegaskan, pihaknya langsung memberikan peringatan kepada pengelola dan penyedia bahan pangan untuk memperhatikan produk yang dijual.

Untuk produk yang masuk kategori tidak layak edar langsung ditarik dan diturunkan dari display, agar tidak dibeli oleh konsumen.

"Produknya tidak saya bawa ke kantor mas, tapi pengelola akan menariknya dan tidak mendisplaynya di ruang dagangan,"lanjutnya.

Pihaknya memastikan, langkah antisipatif dengan menggelar giat razia terus dilakukan secara periodik.

Hal ini dilakukan untuk meminimalkan peredaran bahan pangan tidak layak edar di Tulungagung. (nul)

Editor :