klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

59 Kebakaran Terjadi di Tulungagung Sepanjang Tahun 2021, Didominasi Human Error

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy

KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Sepanjang bulan Januari 2021 hingga penghunjung bulan Desember 2021 ini terdata 59 kali peristiwa kebakaran di kabupaten Tulungagung.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Damkar Satpol PP Tulungagung. Gatut Sunu yang dikonfirmasi pada Jumat (24/12/2021) di kantornya.

Gatut mengatakan, rata rata dalam satu bulan terjadi 4 sampai 5 kasus kebakaran di Kabupaten Tulungagung, yang terjadi di sejumlah kecamatan.

Namun sesuai dengan data yang disampaikan oleh Bidang Damkar Satpol PP Tulungagung, pada bulan Juli terdapat 8 kali peristiwa kebakaran, peristiwa tersebut adalah jumlah terbanyak di tahun ini.

"Total ada 59 peristiwa kebakaran, rata ratax sebulan ada 4 sampai 5 kejadian, kejadian paling banyak terjadi pada bulan Juli," ujarnya.

Gatut menjelaskan, berdasarkan keterangan korban maupun saksi, sebagian besar peristiwa kebakaran terjadi karena dipicu oleh human error.

Seperti yang terjadi karena puntung rokok yang dibuang sembarangan, kemudian kobaran api yang terlalu besar saat menyalakan api untuk pemanas batu bata, lalu korsleting listrik karena instalasi yang tidak aman.

Pihaknya juga mendapati penyebab kebakaran karena memasak menggunakan tungku namun tidak diperhatikan dengan baik saat api sudah menyala, kebakaran akibat menyalakan dupa juga terjadi yakni di salah satu pohon angker yang ada di Tulungagung.

"Penyebabnya ya tetap human eror mas, ada yang karena lupa mematikan api di tungku, ada yang karena korsleting listrik di rumah maupun mobil, ada yang karena menyalakan dupa di lokasi pohon angker," jelasnya.

Gatut mengungkapkan, sejauh ini peristiwa kebakaran yang terjadi tidak sampai menimbukan korban jiwa, kerugian material pun yang dialami korban beragam.

Sedangkan untuk kerugian material terbesarnya mencapai Rp 400 juta, yakni kebakaran yang terjadi pada bulan September 2021 di wilayah kecamatan Ngantru.

"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,korbannya selama ini korban atau kerugian material," ucapnya.

Pihaknya berharap,kesadaran masyarakat semakin meningkat dari tahun ke tahun, baik kesadaran untuk meminimalkan potensi terjadinya kebakaran maupun kesadaran untuk melengkapi rumah, tempat usaha maupun kantor dengan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). (nul)

Editor :