klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Khofifah Ajak Kader NU Percepat Transformasi Digital Untuk Dakwah dan Pemberdayaan Ekonomi

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Gubernur Jatim Khofifah saat meyambut Wapres Amin Maruf di arena Muktamar Lampung
Gubernur Jatim Khofifah saat meyambut Wapres Amin Maruf di arena Muktamar Lampung

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) telah dibuka Presiden RI Joko Widodo, Rabu (22/12/2021). Banyak misi yang diemban pada hajat tersebut.

Selain memilih Rais Aam dan Ketua Tanfidziyah, Muktamar di Lampung itu juga menentukan langkah NU dalam menghadapi tantangan masa depan, termasuk menyongsong 1 abad NU pada 2026 mendatang.

Tantangan itu juga beragam, di antaranya kekuatan persaudaraan, persatuan dan kesatuan serta transformasi digital yang sudah menjadi bagian dari tuntutan kehidupan.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa  mengatakan, persatuan dan kesatuan menjadi poin penting pada lingkup keumatan yang kemudian menjadi pondasi kehidupan kebangsaan dan kenegaraan.

Khofifah menjelaskan, bahwa Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama umat Islam) harus diwujudkan. Ukhuwah wathaniyah (persaudaraan kebangsaan)  dan ukhuwah insaniyah (persaudaraan sesama manusia) juga harus dikembangkan.

"NU harus tetap menjadi perekat persaudaraan intern dan antar umat Islam, persaudaraan kebangsaan, dan persaudaraan antar sesama manusia  bahkan tidak kalah pentingnya yaitu mewujudkan ukhuwah nahdhiyah atau  persaudaraan intern warga NU," katanya.

NU, kata dia, harus tetap menjadi motor penguatan persatuan dan kesatuan di Indonesia. Pasalnya, persatuan dan kesatuan merupakan modal utama yang mengiringi pembangunan bangsa dan negara.

Ketua Umum PP Muslimat NU itu menjelaskan, Indonesia memiliki kelebihan dibanding negara lain. Lebih dari 700 suku yang bisa hidup selaras dan berdampingan.

"NU harus menjadi bagian dalam mempertahankan role model dalam membangun soliditas dan solidaritas diantara keberagaman yang sudah ada," ucapnya.

Tantangan lain ada di depan mata adalah transformasi digital. Khofifah mengungkapkan, pola kehidupan saat ini berbeda dengan masa sebelumnya, digitalisasi hanya pendamping manusia dalam menjalani kehidupan. Tetapi ke depan digitalisasi menempati peran signifikan dalam berbagai kehidupan.

Era society 5.0 mengubah semua lini kehidupan. Kader NU harus mampu melebur pada role model yang sedang berlangsung saat ini tanpa mengurangi adab kesantunan dan kebersahajaan yang menjadi ciri khas dan modal sosial NU selama ini.

Dakwah NU yang sebelumnya dilaksanakan melalui tatap muka menghadirkan jama'ah, lanjut dia, sekarang mulai banyak berganti menggunakan konten yang disajikan pada media sosial atau secara virtual. "Tantangan yang cukup berat tapi NU dengan pengikut lebih seratus juta orang ini  harus bisa melewatinya," ucap Khofifah.

Konten yang terjadi pada media sosial saat ini sering kali terkesan bebas nilai. Banyak konten yang disajikan memberi efek kurang positif bahkan tampak negatif, seperti informasi hoax dan provokatif sehingga memecah belah persatuan dan persaudaraan.

Khofifah mengajak NU beserta kadernya menjadi bagian dalam memerangi melalui  influencer yang memberi pengaruh agar konten yang muncul menjadi positif dan konstruktif. "Karena itu, NU harus mampu dan menguasai proses percepatan  transformasi digital tersebut," ungkapnya. (ris)

Editor :