klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Ada "Mafia" Pita Cukai bermain di Bea dan Cukai Pasuruan

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy

KLIKJATIM.Com I Pasuruan - Kasus dugaan adanya permainan pita cukai oleh "mafia" cukai yang melibatkan oknum bea dan cukai dikantor Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP A) mulai terendus. Ironisnya, pita cukai yang sudah habis masa berlaku (kadarluwarsa) kembali dijual dengan harga murah.

"Saya pernah ditawari pita cukai rokok kadarluwarsa oleh seseorang dengan harga murah. Per remnya ia (orang nawari pita cukai kadarluwarsa) minta Rp 10 juta. Ada dua sampai tiga rem pita cukai kadarluwarsa,"kata salah seorang pengurus Gabungan Pengusaha Rokok (Gapero) Pasuruan yang namanya enggan disebutkan, Selasa (21/12/2021).

Walau pun pita cukai itu kadarluwarsa, tetap laku dijual di pasaran rokok. Biasanya yang membeli, bos-bos menguasai pasaran rokok di wilayah Pasuruan. "Hasil produksi rokok ditempeli pita cukai kadarluwarsa dan dipasarkan ke luar jawa,"ujarnya.

Modus salah tempel pita cukai di bungkus rokok biasa dilakukan pengusaha rokok "nakal". Namun yang perlu diungkap permainan pita cukai yang diduga ada mafia yang melibatkan oknum bea dan cukai itu sendiri. "Setiap bulan pengusaha rokok membuat laporan dua kali untuk disetorkan ke bea dan cukai. Agar mendapat pita cukai lebih, si pengusaha itu melobi oknum tersebut," ungkapnya.

Selain adanya dugaan permaianan kuota pita cukai, juga ada laporan fiktif. "Contohnya pabrik ini sudah tidak aktif lagi, namun ia tetap mendapat jatah pita cukai rokok dengan membuat laporan seolah-olah pabrik itu masih aktif (laporan fiktif)," imbuhnya.

Sementara itu, Kasubsi Penyidikan KPPBC Pasuruan, Nanang Sekti W menampik tudingan itu. Menurutnya, semua pemilik usaha rokok sudah terdata secara onile. "Apabila ingin mengajukan penambahan kouta pita cukai bisa diajukan lewat onile," tegasnya.

Ia mengakui, adanya oknum bea dan cukai bermain pita cukai. "Itu dulu dan sekarang oknum tersebut sudah pensiun. Jadi sudah tidak ada permainan pita cukai," pungkasnya. (bro)

Editor :