klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Kantor Bea Cukai Gresik Raih Penghargaan Zona Integritas WBBM dari MenPAN-RB

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Kepala KPPBC TMP B Gresik Bier Budi Kismuljanto saat menerima penghargaan Zona Integrasi Wilayah Bersih Bebas Melayani dari Menpan-RB Tjahjo Kumolo di Jakarta, Senin (20/12/2021)
Kepala KPPBC TMP B Gresik Bier Budi Kismuljanto saat menerima penghargaan Zona Integrasi Wilayah Bersih Bebas Melayani dari Menpan-RB Tjahjo Kumolo di Jakarta, Senin (20/12/2021)

KLIKJATIM.Com | Jakarta - Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea  Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC-TMP) B Gresik meraih penghargaan Zona Integritas Wilayah Bersih Bebas Melayani (WBBM) dari  Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Penghargaan itu diberikan secara simbolis Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo kepada Kepala KPPB TMP B Gresik, Bier Budi Kismuljanto bersama sejumlah penerima lainnya. Penganugerahan Zona Integritas Menuju WBK/WBBM 2021 itu juga dihadiri Wakil Presiden Maruf Amin secara virtual. 

Dalam sambutannya, Tjahjo Kumolo membacakan tujuh perintah presiden untuk Kabinet Indonesia Maju. “Konsep reformasi birokrasi adalah upaya untuk menciptakan katalisator berupa birokrasi bersih dan akuntabel, kapabel serta layanan pablik prima,” kata Tjahjo, Senin (20/12/2021).

Kantor Bea Cukai Gresik meraih penghargaan Zona Integritas WBBM dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) karena sejumlah capaian prestasi dalam pelayanan kepabeanan di Kabupaten Gresik. 

Salahsatu layanan unggulan adalah kegiatan Customs Visit Customer (CVC) di sejumlah mitra pelayanan Bea Cukai Gresik.  Kepala KPPBC TMP B Gresik, Bier Budi Kismuljanto dengan mengunjungi stakeholder di setiap wilayah.

“Bea Cukai berkesempatan menginformasikan kebijakan kepabeanan dan cukai terbaru kepada masyarakat, memahami proses bisnis pengguna jasa, serta mencari solusi,” kata Bier Budi Kismuljanto usai penerimaa penghargaan.

[caption id="attachment_91853" align="alignnone" width="300"] Kepala KPPBC TMP B Gresik Bier Budi Kismuljanto bersama penghargaan WBBM yang diperolehnya[/caption]

Ditambahkan, upaya lain dari CVC adalah membantu dan mendorong Usaha Kecil Menengah (UKM) yang menggekspor produknya namun butuh pendampingan . Melalui Klinik Ekspor yang dibentuk Bea Cukai Gresik, sejumlah pelaku usaha UMKM di Gresik akhirnya berhasil mengekspor komoditasnya seperti sarung tenun Kecamatan Cerme menembus pasar Asean dan Timur Tengah. Juga pengusaha mangga gadung asal Sidayu yang   mengirim mangga unggulan di Taiwan, Jepang dan Cina melalui bantuan Klinik Ekspor. 

"Pendekatan ke UMKM ini juga merupakan bagian dari program CVC sehingga kami tahu permasalahan yang dihadapi mitra layanan baik pengusaha besar maupun UMKM," jelas Kepala Bea Cukai Gresik ini.

Layanan ini juga dirasakan oleh sejumlah mitra usaha. Salahsatunya Agung Ektika, Suplai and Chain Manager PT Cargill Indonesia Cocoa and Chocolate Gresik. Menurut Agung Ektika, kehadiran pimpinan KPPBC TMP B Gresik ke perusahaanya secara berkala membuat komunikasi berjalan dua arah. Jika selama ini perusahaan yang mendatangi Kantor Bea Cukai, namun ini sebaliknya Bea Cukai mendatangi perusahaan.

"Dalam kunjungan tersebut kami merasa terbantu dengan pelayanan kepabeanan. Ketika ada persoalan juga langsung terselesaikan melalui program CVC tersebut,"kata dia.

Hal senada disampaikan Hartono Subeki, Humas PT Wilmar Nabati Indonesia. Dikatakan, layanan Bea Cukai Gresik sangat menunjang produktifitas perusahaan terutama dari layanan kepabeanan. Dalam pelayanan kepada mitra usaha juga bersih, sehingga pihak perusahaan terbantu oleh program tersebut.

"Selamat kepada Bea Cukai yang telah menerima penghargaan sebagai wilayah bersih bebas melayani dan zona integrasi,"pungkas Hartono. (ris)       

   

Editor :