klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Harga Minyak Goreng Masih Tinggi, Komisi Dua DPRD Gresik Desak Diskoperindag Lakukan Riset Pasar Untuk Turunkan Harga

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
 Anggota Komisi Dua DPRD Kabupaten Gresik Musa saat terpilih jadi Ketua dalam Muscab HKTI Gresik
Anggota Komisi Dua DPRD Kabupaten Gresik Musa saat terpilih jadi Ketua dalam Muscab HKTI Gresik

KLIKJATIM.Com | Gresik — Harga minyak goreng di Kabupaten Gresik masih mahal, hal ini dapat dilihat dibeberapa pasar swalayan maupun pasar tradisional yang menyediakan kebutuhan pokok sehari-hari.

[irp]

Harga minyak goreng kemasan di Kabupaten Gresik menurut Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Gresik saat ini mencapai 18.214 rupiah per liter. Sedangkan minyak goreng curah per kilogram nya masih seharga 19.143 rupiah per-sembilan Desember kemarin.

Sementara itu, dari pantauan di lapangan, harga salah satu merek minyak goreng kemasan di Gresik lebih mahal dari yang dilaporkan oleh Diskoperindag. 

Seperti contoh di Transmart Icon Mall Kabupaten Gresik, harga minyak goreng kemasan dua liter masih seharga 41.990 rupiah, alias masih 20.995 rupiah per hari ini, Sabtu 11-Desember-2021.

Sementara di swalayan Sarekat Jaya Gresik, minyak goreng kemasan dengan merek yang sama dengan di Transmart berharga 37.800 per kemasan dua liter, alias 18.900 rupiah per satu liter.

Oleh karena itu, anggota Komisi Dua DPRD Kabupaten Gresik dari Fraksi Nasdem Musa meminta pihak eksekutif melakukan riset pasar terkait harga kenaikan harga sejumlah komoditas, terutama minyak goreng.

"Termasuk meneliti rantai distribusinya apakah ada yang mempermainkan harga, mungkin saja kan ada yang mengurangi pasokan untuk menahan, kemudian dilepas saat permintaan tinggi," tutur Musa usai terpilih sebagai Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Gresik, Sabtu (11/22/2021).

Hal ini menurut Musa perlu dilakukan mengingat tidak serta-merta Diskoperindag bisa melakukan operasi pasar untuk menstabilkan harga, karena seperti minyak goreng itu harus menunggu kebijakan pemerintah pusat untuk menggelontorkan minyak goreng murah.

"Tapi tidak lantas Dinas terkait berdiam diri, harus mampu melakukan analisa pasar dan merekomendasikan kepada pemerintah provinsi dan pusat terkait kebijakan yang akan diambil," Kata Musa.

Sementara itu, Kepala Diskoperindag Kabupaten Gresik Agus Budiono mengaku masih terus berkoordinasi dengan Pemerintah provinsi untuk menstabilkan harga.

Hingga saat ini Agus masih belum tahu kapan akan dilakukan operasi pasar untuk menurunkan harga minyak goreng.

"Belum ada mas masih nunggu info dari Diperindag provinsi (untuk operasi pasar)," ujarnya.

Namun untuk komoditas harga sembako lain, Agus mengklaim masih stabil dan terkendali, 

"Hanya ada peningkatan harga cabe rawit hal ini dikarenakan permintaan lebih besar dari ketersediaan di pasar  serta  stok cabe rendah di krnkan  cuaca. Ketersediaan sembako aman hingga akhir tahun 2021," ungkap Agus.

Sebelumnya sejak bulan November kemarin, Pemerintah Pusat berkoar akan menggelontorkan 11 juta liter minyak goreng kemasan untuk didistribusikan kepada 45.000 gerai di seluruh Indonesia dalam waktu dekat.

Hal itu dikatakan langsung oleh Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, 11 juta liter minyak goreng itu akan diecer seharga 14.000 rupiah per liternya.

"Sebelas juta (liter) sudah digelontorkan, sekarang dalam masa pengiriman. Mudah-mudahan awal minggu depan sudah sampai ke seluruh Indonesia," kata Lutfi saat itu, sebagaimana dikutip dari website Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Namun hingga saat ini, minyak goreng kemasan di Kabupaten belum ada yang bisa dibeli seharga 14.000 rupiah per liter.

Editor :