klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Jawa Timur Jadi Sasaran Empuk Para Bandar Narkoba

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Ratusan tersangka kasus narkoba yang berhasil diamankan oleh jajaran kepolisian daerah Jawa Timur. (Achmad Alamuddin/klikjatim.com)
Ratusan tersangka kasus narkoba yang berhasil diamankan oleh jajaran kepolisian daerah Jawa Timur. (Achmad Alamuddin/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Surabaya – Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, Indonesia menjadi salah satu wilayah distribusi utama peredaran gelap narkoba jaringan Internasional. Dan, target para bandar di antaranya termasuk area Jawa Timur.

Meski demikian, tapi Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur beserta jajarannya di bawah dapat menghentikan beberapa kasus luar biasa tersebut. Di antaranya bandar jaringan Malaysia.

"Kita mengungkap jaringan Malaysia melalui Aceh ke wilayah Sampang dengan barang bukti 32,3 kilogram sabu, 32 gram ganja, 24.360 butir ekstasi dan 3,8 juta butir pil koplo. Ini pengungkapan awal tahun yang cukup luar biasa," ungkap Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan dalam konferensi pers ungkap kasus narkoba yang dibongkar oleh Satresnarkoba dan jajaran Polrestabes Surabaya selama Januari sampai 17 Februari 2020, Selasa (18/2/2020).

[irp]

Total pelaku yang diamankan sebanyak 524 orang, dengan rincian 17 di antaranya merupakan wanita.

Ditegaskan Kapolda, dari awal pihaknya sudah gencar melakukan pencegahan jaringan narkoba masuk ke Jatim. Bahkan di wilayah tertentu sudah menjadi perhatian khusus.

Untuk menyikapi kondisi ini, pihaknya juga sudah koordinasi dengan Gubernur Khofifah Indar Parawansa, terkait wilayah Jawa Timur yang menjadi sasaran empuk peredaran gelap narkoba. "Polda saja sudah 80 kilogram, ini besar sekali untuk wilayah Surabaya 30 kilogram lebih," tambahnya.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho menambahkan, dalam pengungkapan jaringan Aceh terpaksa petugas melakukan tindakan tegas dan terukur. Waktu itu, pelaku terpaksa ditembak mati karena melawan.

[irp]

"Ada juga jaringan Malaysia yang dikirim oleh kurir perempuan, yang (barang bukti) disimpan di kemaluan. Kemudian ada jaringan Pamekasan, jaringan Sokobana Sampang, Madura dan yang terakhir jaringan Bangkalan," terangnya.

Ke depan, lanjut dia, pihaknya dengan jajaran akan meningkatkan kegiatan preventif dan represif untuk menekan peredaran gelap narkoba.

"Memang distribusi utama dalam beberapa jaringan ini targetnya masuk ke Jatim. Dan tentunya, Satgas Narkoba Polda bersama Polres akan terus memerangi narkoba," pungkasnya. (lam/min)

Editor :