KLIKJATIM.Com | Surabaya--Jumlah pengungsi akibat erupsi Gunung Semeru tercatat mencapai 3.697 jiwa per Selasa (7/12/2021) kemarin. Di pengungsian itu, mayoritas warga mengeluhkan infeksi saluran pernafasan atau ISPA.
[irp]
Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jatim, setidaknya ada 20 hingga 22 persen pengungsi yang mengeluhkan ISPA. Jumlah tersebut didapat dari hasil catatan pengungsi yang datang ke pos kesehatan.
"Sampai dengan saat ini terbanyak pada keluhan dan diagnosa infeksi saluran nafas atas atau ISPA. Rata-rata per hari kami pantau sekitar 20-22 persen," ujar Kadinkes Jatim Dr Erwin Ashta Triyono saat dikonfirmasi, Rabu (8/12/2021).
Dr Erwin menyebut, secara umum ISPA dikeluhkan oleh usia dewasa. Kendati demikian, hingga saat ini pihaknya mengaku masih terus mengumpulkan data tersebut secara pasti. "Data pastinya masih dalam pengelompokan, tapi secara umum yang menderita ISPA pada usia dewasa," katanya.
Ia menambahkan, selain ISPA, para pengungsi juga mengeluhkan sejumlah penyakit seperti Cephalgia (pusing-pusing), Myalgia (nyeri otot) dan Dermatitis (penyakit kulit/gatal-gatal). "Rata-rata yang persentasenya tinggi sementara ini adalah Cephalgia, Myalgia, Dermatitis," sebutnya.
Pemprov Jatim melalui Dinkes Jatim sendiri, imbuh dia, telah melakukan beberapa upaya di antaranya berkoordinasi serta mengupayakan pemenuhan kebutuhan logistik obat-obatan dan bahan medis habis pakai (BMHP) serta tenaga kesehatan hingga distribusi di wilayah terdampak.
"Selain itu, juga bekerja sama dengan organisasi relawan untuk melakukan pendampingan psikosial kepada masyarakat terdampak," tandasnya.
Sebagai informasi, sebanyak 3.697 warga yang mengungsi ini sebagian besar berada di wilayah Kabupaten Lumajang, sedangkan di Kabupaten Malang hanya terdapat 24 jiwa.
Sedangkan sebaran titik pengungsian di Lumajang berada di Kecamatan Pronojiwo dengan sembilan titik berjumlah 382 jiwa, Kecamatan Candipuro enam titik 1.136 jiwa, Kecamatan Pasirian empat titik 563 jiwa, Kecamatan Lumajang 188 jiwa, Kecamatan Tempeh 290 jiwa, Kecamatan Sumberseko 67 jiwa, dan Kecamatan Sukodono 45 jiwa.(mkr)
Editor : Redaksi