KLIKJATIM.Com | Tulungagung--Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Tulungagung menggandeng sejumlah LSM peduli HIV/Aids di Tulungagung memperingati Hari Aids Sedunia yang jatuh pada Rabu (1/12/2021).
[irp]
Perayaan sederhana dilakukan dengan menggelar sosialisasi dan membagikan bunga serta leaflet kepada pengguna jalan yang melintas di sekitar Anjungan Ngrowo Tulungagung.
Sekertaris KPA Tulungagung, Ifada Nur Rahmania yang dikonfirmasi usai menjalankan aksi simpatik ini mengatakan,sosialisasi melalui aksi simpatik ini dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai bahaya dan cara pencegahan penularan HIV/Aids di masyarakat.
Sosialisasi seperti ini sebagai salah satu cara menuju target zero temuan baru ODHA di tahun 2030 mendatang.
"Kita kurang 8 tahun lagi menuju kesana, dan ini yang terus kita upayakan agar misi tersebut bisa tercapai," ungkapnya.
Pihaknya mengakui, selama pandemi ini KPA bersama dengan stake holder lain menemukan 700 ODHA baru di Tulungagung, tambahan tersebut menggenapi jumlah akumulasi temuan ODHA sejak tahun 2006 sampai 2021 di Tulungagung sebanyak 3034 ODHA.
"Itu akumulasi temuan kasus, artinya ada yang sudah meninggal, ada yang sudah pindah ke luar kota dan lain lain,kalau ditanya saat ini berapa yang aktif dan mendapatkan pengobatan rutin,sekitar 1000 ODHA," ujarnya.
Ifada mengungkapkan, jumlah tersebut merupakan akumulasi dari temuan temuan sebelumnya, namun jika didata lebih rinci sampai saat ini masih ada sekitar 1000 kasus aktif yang selama ini sudah mendapatkan pengobatan rutin dari Pemkab Tulungagung.
"ARV itu diberikan secara rutin di beberapa Puskesmas dan Rumah Sakit yang ditunjuk, ini untuk memudahkan ODHA mendapatkan pelayanan kesehatan guna memastikan kondisi tubuhnya terus terjaga," terangnya.
Masih menurut Ifada, kendala utama yang dihadapi pihaknya dalam penanggulangan Aids di lapangan adalah stigma masyarakat, yang membuat ODHA enggan mengakui dan memilih menyembunyikan kondisi yang dialaminya saat ini.
Padahal menurutnya, pengakuan dari ODHA diperlukan untuk mencegah penyebaran dan penularan HIV/Aids.
"Kendalanya masih seputar stigma negatif masyarakat, ini yang harus kita bersama sama selesaikan," pungkasnya.(mkr)
Editor : Iman