klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Anggota FPKB DPRD Gresik Persoalkan Molornya Proyek Saluran di Jl Arief Rachman Hakim

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Abdullah Hamdi saat melakukan sidak di proyek saluran air U-ditch di Jalan Arif Rahman Hakim Gresik (Faiz/klikjatim.com)
Abdullah Hamdi saat melakukan sidak di proyek saluran air U-ditch di Jalan Arif Rahman Hakim Gresik (Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik — Proyek saluran air (U-ditch) di Jalan Arif Rahman Hakim selalu menjadi biang kemacetan lalu lintas. Selain karena jalan yang dilalui untuk aktivitas sekolah, yakni, berada di dekat SMAN 1 Gresik dan SMPN 3 Gresik, proyek saluran air (U-ditch) dan betonisasi ini belum kunjung direalisasikan. Padahal proyek senilai Rp 575 juta ini baru berprogres 14,69 persen. Dan waktu pengerjaan tinggal satu bulan lagi. 

[irp]

Pantauan Klikjatim.com, ratusan saluran air (U-ditch) itu tergelatak di sebagian jalan dan saluran air di sekitar lokasi itu sama sekali belum disentuh. Hanya paving di trotoar jalan yang mulai dikeluarkan sebelum dilakukan pengerukan. 

Menurut informasi, beberapa waktu lalu rekanan sudah akan melakukan pengerukan dengan alat berat, namun terkendala alat yang terlalu besar sehingga urung dilakukan. 

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Pemkab Gresik Tri Handayani Setyarini mengatakan, apabila saluran air sudah terkirim semua. Namun ketika akan dilakukan pengerukan, exavator terlalu besar. “Insyaallah 2-3 hari ini penggalian sudah dimulai dengan exavator yang lebih kecil,” ucapnya, Selasa (30/11 /2021). 

Ditemui terpisah, Sekertaris Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi menyampaikan, jika dilihat dari komposisi u-ditch itu tidak akan selesai. Sebab, dalam u ditch tersebut ada tambahan besi rangka sepanjang 30-40 centimeter. “Ini kan saluran air (U-ditch) teralu rendah. Kayanya ini nanti ditambahi cor. Nah yang cor ini yang memakan waktu lama,” ucapnya. 

Dia menambahkan jika besi rangka yang menonjol di U-ditch itu diragukan tidak kuat. Ketika turun ke lokasi, politikus PKB itu menyenggol besi itu seketika patah. Dikhawatirkan, hasilnya nanti tidak bisa maksimal. “Ini kenapa tidak beli u ditch yang tinggi sekalian biar tidak menambah cor. Kalau ngecor standarnya 28 hari. Jelas tidak jadi,” jelasnya. 

Sekedar informasi, di lokasi pengerjaan proyek saluran air (U-ditch) ini, yakni di Jalan Arif Rahman Hakim tidak hanya pengerjaan saluran air saja, melainkan juga proyek perbaikan jalan. Pihak rekanan belum bisa memulai pengaspalan lantaran masih menunggu proyek saluran air itu jadi. “Kemarin saya tanya, kalau diaspal sekarang khawatirnya rusak karena pengaruh pengerjaan U-ditch” tutupnya. (rtn)

Editor :