klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Progres Pembangunan Smelter Gresik Baru Delapan Persen, Ini Sebabnya

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Vice President PTFI Riza Pratama
Vice President PTFI Riza Pratama

KLIKJATIM.Com | Gresik — Progres pembangunan smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) menjelang tutup tahun 2021 masih mencapai 8 persen. Dengan luas lahan 100 hektar di Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), PT Ciyoda International Indonesia (CII) sebagai penggarap Engineering, Procurement, dan Construction (EPC) proyek Smelter masih fokus pemadatan lahan.

[irp]

Saat melangsungkan Stadium General dengan awak media Gresik Jum’at pagi, Vice President PTFI Riza Pratama menyampaikan apabila tahap permulaan pembangunan smelter itu memang lama. Sebab, sebelum pembangunan smelter, rekanan perlu meratakan dan memadatkan tanah hingga mencapai kestabilan yang sudah ditentukan.

Apalagi, dalam tahap ini sempat terdampak pademi pada 2020 lalu. Meski demikian, Riza, sapaan Riza Pratama menyampaikan apabila proyek pembangunan smelter on progres.

Menurutnya, sejauh ini pengerjaan di lapangan baru mencapai pemasangan tiang pancang. Total tiang pancang yang akan tertanam di lahan 100 hektar itu sekitar 1.800 tiang. "Ini sudah banyak yang terpasang," ujar dia.

Kemungkinan, pembangunan dalam skala besar akan dimulai 2022 mendatang. Selama pembangunan hingga 2023 nanti, PT Ciyoda International Indonesia sebagai pelaksana kebiatan Engineering, Procurement, dan Construction (EPC) membutuhkan sekitar 40 ribu pekerja.

Lalu ketika pemurnian konsentrat tembaga pada 2024 nanti beroperasi, kebutuhan tenaga kerja PTFI sekitar 1.000 orang. Riza menyampaikan apabila tenaga kerja yang dibutuhkan untuk operasional smelter harus memiliki kualifikasi khusus.

"Yang jelas butuh skill metalurgis. Nanti spesifikasi SDM yang dibutuhkan akan kami share ke pemerintah daerah," ujarnya.

Perlu diketahui, Juli 2021 kemarin PT Freeport Indonesia (PTFI) dan PT Chiyoda International Indonesia menandatangani kontrak kerja sama untuk kegiatan Engineering, Procurement, dan Construction (EPC) proyek Smelter Manyar milik PTFI. Kontrak ini mencakup pengerjaan proyek pembangunan smelter berkapasitas 1,7 juta ton konsentrat per tahun 480 ribu ton logam tembaga serta fasilitas Precious Metal Refinery (PMR) di kawasan JIIPE, Gresik, Jawa Timur.

"Penandatanganan kontrak ini menegaskan komitmen PTFI untuk membangun smelter, sesuai dengan kesepakatan divestasi tahun 2018," papar Reza.

Kemudian, Oktober kemarin Presiden Joko Widodo melakukan groundbreaking pembangunan smelter tersebut yang memiliki Desain single line terbesar di dunia. Dari desain single line itu, Smelter PTFI bisa menghasilkan 600 ribu koper per tahun. Nilai koper sekarang lagi super cycle 9400 USD per ton. Jadi investasi yang Rp 42 triliun, revenue dari koper bisa mencapai 5,4 milair USD.

Smelter PTFI ini berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE. Dimana sudah ditetapkan KEK teknologi & Manufaktur melalui Peraturan Pemerintah (PP) No. 71 Tahun 2021 tanggal 28 Juni 2021. Dari desain single line itu, Smelter PTFI bisa menghasilkan 600 ribu koper per tahun.

"Nilai koper sekarang lagi super cycle 9400 USD per ton. Jadi investasi yang Rp 42 triliun, revenue dari koper saja 5,4 milair USD," ucap Reza. (bro)

Editor :