KLIKJATIM.Com | Gresik — Hingga pertengahan bulan November ini pengerjaan proyek pembangunan fisik milik Pemkab Gresik yang dikerjakan kontraktor banyak yang belum selesai.
[irp]
Berdasarkan data dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), dari 40 paket pekerjaan konstruksi yang dilelang, baru ada 22 paket yang sudah selesai 100 persen. 18 paket sisa, progresnya masih rendah.
Kalangan Dewan pun turut menyoroti hal ini, Sekertaris Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi mengatakan, dari 18 pekerjaan itu ada beberapa yang berpotensi selesai hingga tututp anggaran nanti. Namun, mayoritas tidak akan selesai.
Karena itu, pihaknya meminta agar Dinas PUTR mengambil langkah tegas dengan menjatuhkan sangsi berupa denda berjalan sesuai dengan aturan. Tidak hanya itu, kontraktor yang tidak bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, bisa dijatuhi blacklist.
"Kemarin sudah kami bicarakan dengan DPUTR, konsekwensi pekerjaan yang tidak selesai bisa diblacklist. Agar tahun depan tidak bisa ikut lelang," kata Politisi PKB itu.
Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga DPUTR Pemkab Gresik Achmad Hadi menyampaikan, pihaknya secara berkala sudah melakukan monitoring dan evaluasi (Monev). Dari hasil monev itu, diakui memang ada beberapa pekerjaan dengan progres yang tidak on schedule yang terdiri dari dua tipe.
Pertama, keterlambatan karena faktor pelaksana kurang tanggap, kedua karena faktor alam seperti pekerjaan jembatan yang terendam banjir. Untuk mengejar progres tersebut, pohaknya akan mengoptimalkan tim teknis dan tim konsultan pengawas lapangan.
"Jika masih belum tercapai akan dilakukan teguran atau peringatan kepada pelaksana. Sedangkan yang terdampak banjir akan diupayakan opsi penyesuaian metode pelaksanaan di lapangan," kata dia.
Beberapa proyek pengerjaan fisik yang belum selesai itu diantaranya pekerjaan Puskesmas Dadapkuning. Sejauh ini, puskesmas yang menjadi langganan banjir akibat luapan Kali Lamong itu baru berprogres 15 persen.
Kemudian, Jalan ruas Lowayu yang baru 9 persen. Jembatan Martadinata 17 persen, Jalan Lasem-Lowayu 19 persen, Jembatan Klampok 7 persen. (bro)
Editor : Abdul Aziz Qomar