klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Pengelolaan HIPAM Kacau Hingga Krisis Air, Warga Gerbo Pasuruan Geruduk Kades

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Sejumlah warga Desa Gerbo Pasuruan menggeruduk balai desa setempat. (Didik Nurhadi/Klikjatim.com)
Sejumlah warga Desa Gerbo Pasuruan menggeruduk balai desa setempat. (Didik Nurhadi/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com l Pasuruan - Puluhan warga Desa Gerbo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Gerbo menggeruduk balai desa setempat, Selasa (11/2/2020) siang. Mereka menuntut Kepala Desa (Kades) memberikan kejelasan pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) hingga sulitnya mendapatkan air bersih.

Warga yang datang ke lokasi kompak membawa poster beraneka tulisan dan kecaman. Mereka menuding Kepala Desa (Kades) Gerbo, Sutrisno berserta perangkat desa tidak transparan dalam pengelolaan BUMDes dan Himpunan Kelompok Pemakai Air Masyarakat (HIPAM).

Dalam aksi tersebut, warga sempat bersitegang dengan Perangkat Desa. "Kami datang kesini menuntut transparasi pengelolaan BUMDes dan HIPAM," kata Thoyib, Korlap akai saat orasi di halaman Balai Desa Gerbo.

Thoyib mendesak agar Pemdes mengembalikan kepengurusan HIPAM ke warga. Ia menilai, selama kepengurusan HIPAM dimasukkan ke BUMDes, HIPAM jadi kacau. "Wes krisis air bersih, kepengurusan HIPAM tidak jelas. Tambah  awut-awutan," ucapnya.

Sindiran keras juga dikatakan Agus, "Musim penghujan rasa musim kemarau. Air bersih sulit didapat. Kita minta Pemdes secepatnya mencarikan solusi, bukan sibuk cari bantuan sana kemari," tandasnya.

Bahkan, Agus menuding salah satu status dibuat Istri Kades di media sosial (Medsos) sebagai pemicu kemarahan warga. "Tolong Bu Kades jangan pancing perkara yang membuat suasa tambah panas," imbuhnya.

Selama ini warga tidak pernah diajak rapat membahas HIPAM. Lucunya lagi, warga juga tidak mengetahui siapa pengurus HIPAM.

Menanggapi tuntutan warga, Sutrisno sudah berupaya semaksimal mungkin soal air bersih. "Bahkan saya membeli tanah untuk mencari sumber air, tapi sumber airnya kecil," ungkap Sutrisno.

Ia pun mengajak warga musyawarah untuk mencari solusi, agar ke depannya desa ini lebih maju dan sejahtera. (dik/bro)

Editor :