klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Mantan Anggota DPRD Gresik Kini Produksi Es Kristal

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy

KLIKJATIM.Com | Gresik—Mantan anggota DPRD Gresik Abdullah Syafii kini menggeluti bidang baru. Ya, dia kini mulai merintis produksi es kristal.

[irp]

Usahanya ini masih berskala UMKM. Namanya Indo Ice Tube. Produksi es kristal mulai dilakukan sejak dua minggu lalu. Kapasitas produksinya sekitar 150 hingga 250 kantong es ukuran 5 Kg perhari.

“Hadirnya es Indo Kristal semoga bisa mengurangi angka pengangguran di Gresik,"” ucapnya, Jumat  (12/11/2021). 

Ditambahkan, untuk proses pembuatan menjadi es batu kristal dibutuhkan waktu sekitar 45 menit hingga 60 menit di mesin pendingin khusus yang berharga ratusan juta itu.

“Sekali pendinginan menjadi es kristal, dari mesin bisa memproduksi 25 kilo dan dibutuhkan air 25 liter sekali produksi,” tambah mantan anggota dewan ini.

Pria yang juga sebagai advokat publik itu menceritakan, selama dua minggu usaha produksi es yang dirintis berjalan, permintaan es kristal produksinya mengalami peningkatan, minggu pertama tidak sampai 100 kantong, tapi kini bisa mencapai 250 kantong plastik ukuran 5 Kg.

“Alhamdulillah ada peningkatan,” jelas Syafi'i.

Kepada pelanggan, pria kelahiran Manyar ini menjamin jika es produksi Indo Ice Tube buatannya ini murni dibuat dari air yang bersih juga melalui proses untuk sterilisasi. Sehingga aman untuk dikonsumsi. Tidak hanya itu, usaha produksi es kristal miliknya satu-satunya yang mendapatkan ijin resmi dari Diskoperindag Gresik dan Jatim.

“Es buatan kami murni air dari sumur. Sebelum dijadikan es, air akan lebih dulu dilakukan sterilisasi, sehingga sangat aman untuk di konsumsi,” terang  Syafi'i.

Urusan manajemen, Syafii telah membagi ke beberapa tim. Mulai dari produksi, pengemasan hingga pemasaran dan bagian pengiriman.

“Untuk sementara kami hanya memenuhi permintaan pelanggan dari warkop, warung makan dan toko, hotel dan rumah makan sekitar wilayah Kecamatan Manyar, tapi tidak menutup kemungkinan jika ada permintaan tempat lain akan diusahakan,” paparnya.

Masalah harga, Syafii menjamin masih bersaing. Untuk es krista ukuran 5 Kg dijual Rp 4000. Sedangkan untuk eceran dijual seharga Rp 5000- Rp 6000. Untuk kemasan 3 Kg, dijual dengan harga variatif antara Rp 2500 sampai Rp 3000.

“Ya, semoga dalam satu dua tahun kedepan, kami bisa membeli mesin lagi, usaha berkembang sehingga bisa membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar, seperti yang ada di program Bupati dimana harus bisa meningkatkan ekonomi masyarakat di masa pandemi ini,” pungkas  Syafi'i.(mkr)

Editor :