klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Pelajar SMK di Sidoarjo ini Nyambi Jadi Pemulung saat Berangkat dan Pulang Sekolah

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Aditya Candra Glori Semesta, pelajar Kelas XII SMK Informatika Sumber Ilmu, Kecamatan Tulangan setiap berangkat dan pulang ke sekolah nyambi jadi pemulung.
Aditya Candra Glori Semesta, pelajar Kelas XII SMK Informatika Sumber Ilmu, Kecamatan Tulangan setiap berangkat dan pulang ke sekolah nyambi jadi pemulung.

KLIKJATIM.Com I Sidoarjo – Gigih. Itulah kesan mendalam terhadap Aditya Candra Glori Semesta, pelajar Kelas XII SMK Informatika Sumber Ilmu, Kecamatan Tulangan. Bagaimana tidak, setiap berangkat dan pulang ke sekolah, remaja 17 tahun ini nyambi jadi pemulung.

[irp]

Pelajar ini mengumpulkan barang-barang bekas yang ditemuinya di jalan lalu dijual. Hasilnya untuk biaya sekolah dan keluarga.

Seperti yang terlihat Hari Kamis (11/11/2021) siang. Dengan berseragam sekolah, Aditya nampak memungut botol bekas di Jalan Pahlawan Sidoarjo. Pada sepeda pancal yang ia gunakan, Aditya menambah keranjang di bagian belakang untuk wadah barang-barang yang ia pungut.

Meskipun bertempat tinggal di Desa Kludan, Kecamatan Tanggulangin, Aditya memilih memutar lewat pusat kota untuk menuju sekolahnya di Kecamatan Tulangan. “Di pusat kota biasanya banyak botol minuman bekas, kalau dipinggiran sedikit. Maka itu saya belani memutar karena hasilnya lebih banyak,” ucapnya.

Ia lalu menjual barang-barang tersebut kepada pengepul. Dalam sehari ia mendapatkan duit sekitar Rp 30 ribu hingga 40 ribu. "Uang hasil jualan saya kasihkan ibu untuk tambahan bayar sekolah dan kebutuhan sehari - hari," terangnya.

Aditya menceritakan, aktivitas memulung tersebut telah dilakoninya sekitar dua tahun lalu. Tepatnya semenjak awal masa pandemi. “Saat itu sekolah libur. Jadi banyak waktu luang. Ya akhirnya saya manfaatkan cari uang dengan memulung. Meskipun saat ini sekolah sudah mulai kembali,” kata dia.

Selain memulung barang-barang bekas yang bisa dijual. Aditya mengungkapkan alasan lain. Ia seringkali memungut sampah yang dibuang sembarangan dan kemudian dimasukkan ke tempat sampah. “Saya ingin kota ini bersih. Warganya juga sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan,” imbuhnya. (rtn)

Editor :