KLIKJATIM.Com | Gresik—Jebakan tikus beraliran listrik di Kabupaten Gresik semakin meresahkan. Beberapa nyawa telah melayang akibat jebakan maut yang dipasang di sawah tersebut. DPRD Gresik meminta pemerintah mencarikan solusi bagi petani untuk mengusir hama tikus.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Gresik, Syarul Munir mengatakan, jebakan tikus beraliran listrik memang sangat efektif untuk mengusir hama tikus. Namun, jebakan tersebut sangat berbahaya jika pemilik sawah lalai.
[irp]
“Memang ini perkara dilematis. Di satu sisi sangat menguntungkan petani, di sisi lain juga berbahaya. Dilarang juga berat karena produktifitas petani yang terancam,” katanya, Senin (10/2/2020).
Menurut Munir, Dinas Pertanian perlu segera mencari solusi sebelum bertambah lagi korban nyawa akibat jebakan tikus itu. Di antaranya, kata Munir, pemerintah pernah mensosialisasikan obat pembasmi tikus.
“Seingat saya obat itu pernah disosialisasikan dan dibagikan. Nah, itu perlu dikroscek efektifitasnya bagaimana untuk mengusir hama tikus,” ujarnya.
[irp]
Musa anggota Komisi II DPRD Gresik lainnya menambahkan, pemerintah perlu segera ambil sikap. Bukan hanya melarang, kata Musa, pemerintah juga mesti memberikan solusi jika memang jebakan tikus beraliran listrik dilarang.
“Kalau ada larangan menggunakan jebakan tikus aliran listrik, dinas harus punya opsi, seperti membudidayakan burung hantu di setiap area persawahan,” tegas Musa
Musa meminta pemerintah segera membuat wilayah percontohan pembangunan rumah burung hantu. Sebab, selain biayanya tidak mahal, budidaya burung hantu juga efektif mengusir hama tikus.
“Saya kira kalau hanya membangun rumah burung hantu untuk dibudidaya anggarannya sangat kecil lah untuk dinas itu,” ujarnya. (iz/mkr)
Editor : Redaksi