[irp]
Sayid, Ketua Kelompok Tani Lestari di Desa Ringinanom, Kecamatan Nganjuk misalnya, mengatakan pupuk subsidi mulai hilang sejak awal September.
Hingga saat ini, kata dia, petani juga belum mendapatkan kepastian dari Dinas Pertanian Nganjuk terkait distribusi tambahan pupuk subsidi.
Karena itu, ia berharap pemerintah segera turun tangan memberikan bantuan kepada para petani untuk dapat mengakses pupuk dengan harga murah jelang musim tanaman. Jika tidak, mereka bisa tekor jutaan rupiah. Pasalnya, untuk tiap satu hektar lahan mereka membutuhkan 30 sak pupuk.
"Enggak cuma di Desa Ringinanom, Kecmatan Nganjuk ini, di kecamatan lain juga sama. Saya lagi di cari ke desa Kutorejo, Kecamatan Bagor, namun petani sini juga sudah mulai sulit cari pupuk (subsidi)," imbuhnya.
Hal serupa dialami M Singgih Darmawan, petani di Desa Mancon, Kecamatan Bagor, Ia menuturkan pupuk subsidi di wilayahnya mulai langka di pasaran sejak bulan lalu.
Hal ini membuat para petani di desanya kesulitan dan mulai mencari tambahan modal untuk menanam. "Pupuk SP36 subsidi belum turun dari bulan lalu," tuturnya kepada wartawan.
Untuk menyiasati kelangkaan ini, kata dia, sejumlah petani mulai mengurangi penggunaan pupuk. Namun, ia menegaskan bahwa hal tersebut berpengaruh pada produktivitas pertanian. "Kalau pupuk sedikit produk hasilnya juga biasanya enggak seperti yang diharapkan," ucapnya.
Dikonfirmasi terkait hal ini, Kepala Dinas Pertanian Nganjuk, Yudi menuturkan kelangkaan yang dialami petani disebabkan berkurangnya pasokan pupuk subsidi sebanyak satu juta ton di tahun ini.
Pasokan pupuk subsidi berkurang lantaran anggaran subsidi pupuk berkurang dari Rp 28,4 triliun pada 2019 menjadi Rp27,8 triliun di tahun ini.
"Kelangkaan karena alokasi berkurang, 8,8 juta ton pada tahun 2019, tapi di 2020 7,9 juta ton kami dikasihnya sama pemerintah," ucapnya. (isk/mkr)
Editor : Redaksi
Krisis Air Bersih Mengancam, Pemkab Sumenep Siaga Hadapi Kekeringan di 76 Desa
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menetapkan status siaga darurat kekeringan menyusul ancaman krisis air bersih yang diperkirakan meluas musim kemarau…
Truk Box Terguling di Simpang Empat Segoromadu Gresik Timpa Dua Motor, Tak Ada Korban Jiwa
KLIKJATIM.Com | Gresik – Sebuah truk box yang mengangkut barang milik perusahaan ekspedisi terguling di perempatan lampu merah Jalan Veteran–Mayjen Sungkono, te…
Sadis, Kenalan di Aplikasi, Perempuan di Probolinggo Dibunuh lalu Disetubuhi Jasadnya Dibuang ke Sumur
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Probolinggo mengungkap kasus pembunuhan terhadap SM (24), warga Desa Bantaran, Kecamatan Bantaran, Probolinggo…
Rumah di Campurrejo Bojonegoro Ludes Dilalap Api
KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Kebakaran menghanguskan satu rumah dan merusak sebagian rumah lainnya di Jalan Lisman RT 26 RW 03, Desa Campurrejo, Bojonegoro…
Mahasiswa STAINAS Gapura Dibekali Jurnalisme Etika dan Investigasi
KLIKJATIM.Com | Sumenep - Upaya meningkatkan kemampuan jurnalistik mahasiswa terus dilakukan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Palotan STAINAS Gapura, Sumenep…
PKB Sumenep Resmi Bentuk Kepengurusan Baru 2026–2031
KLIKJATIM.Com | Sumenep - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumenep, Madura, memulai kepengurusan baru setelah menerima…