KLIKJATIM.Com I Sidoarjo - Pemkab Sidoarjo akan mengoperasikan sanitary landfill mulai besok, Senin (1/11/2021). Hal tersebut dilakukan karena Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jabon ‘game over’ alias penuh.
[irp]
Namun pembuangan sampah di lahan sanitary landfill berbeda dengan TPA. Nanti ketika sanitary landfill seluas lima hektar yang terletak persis di Timur TPA ini beroperasi maka sampah yang dibuang kesana harus telah disortir terlebih dahulu. Baru, sampah yang tidak bisa lagi dimanfaatkan akan dibuang di sana. “Maka itu TPA itu seharusnya menjadi tempat pemrosesan akhir, bukan tempat pembuangan akhir seperti dipraktekkan sekarang ini. Ada dua hanggar yang telah disiapkan untuk penyortiran disini,” terang Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo, Bahrul Amig, Sabtu (30/10/2021).
Pemkab Sidoarjo telah berkirim surat ke Kementerian PUPR agar segera bisa memanfaatkan lahan sanitary landfill yang dibiayai Jerman dengan total nilai Rp 385 miliar. Meskipun serah terima belum dilakukan, tetapi ijin pemanfaatanya sudah diberikan. “Apalagi melihat kondisi eksisting seperti saat ini. Tidak bisa lagi menunda penggunaanya,” jelasnya.
Perlu diketahui, sejak Hari Kamis (28/10) kemarin, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jabon yang merupakan satu-satunya TPA di Sidoarjo telah penuh. TPA dengan luas 9 hektar ini telah ‘game over’ dan tak lagi mampu menampung kiriman sampah. “Ketinggiannya sudah mencapai 15 meter. Sudah tidak mungkin lagi ditambah karena rawan longsor,” terang Amig.
Kondisi ini membuat pembuangan sampah ke TPA ini terhenti sementara waktu. Namun karena antrean truk-truk sampah terlanjur masuk, maka gunungan sampah ditata dengan tiga excavator agar sampah yang terlanjur datang bisa dinaikkan. “Namun bila nanti sanitary landfill telah dioperasikan, maka pembuangan sampah ke TPA tidak boleh dilakukan,” tegasnya.
Setiap hari, TPA Jabon menerima kiriman sampah sekitar 450 hingga 500 ton sampah dari berbagai wilayah di Sidoarjo. “Saya berharap, tempat pengolahan sampah terpadu di Sidoarjo yang ada di desa-desa dimanfaatkan. Sehingga bisa meminimalisir sampah yang dikirim ke Jabon,” imbuh mantan Kepala Dinas Perhubungan ini. (rtn)
Editor : Satria Nugraha