KLIKJATIM.Com | Gresik — Korban pembacokan Ahmad Rizal (32), asal Dusun Barat Sungai, Desa Kotakusuma, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean akhirnya dirujuk ke RSUD Ibnu Sina. Atas kejadian yang menimpangnya, ia menduga bahwa motif pembacokan oleh pelaku terhadap dirinya karena ada masalah pribadi dengan warga di kampungnya.
[irp]
Sayangnya, korban enggan menyebutkan detail permasalahan pribadi tersebut. “Memang benar ada masalah dengan warga kampung sendiri,” ungkapnya saat ditemui klikjatim.com di Rumah Sakit.
Ijang---sapaan akrab Ahmad Rizal---merupakan Kepala Dusun (Kasun) Barat Sungai sejak tahun 2019. Di samping itu, lulusan sarjana keperawatan ini juga bekerja membantu di salah satu Klinik di Bawean.
Selanjutnya, kejadian pembacokan yang menimpa korban telah membuat sang istri nangis histeris begitu melihat darah berceceran di depan rumah. “Awalnya kita bertiga sama anak keluar malam sekitar pukul 21.00 WIB. Selasa (26/10/2021) malam itu keluar rumah, makan malam beli tahu tek. Setelah itu saya pulang sama anak diantar kak Ijang. Kak Ijang keluar lagi, ada urusan lagi,” cerita istri Ijang, Hardini KF.
Nah, saat keluar itulah sang suami tak kunjung pulang sampai larut malam. “Saya nunggu di rumah kok tidak pulang-pulang, tidak ada kabar nelepon. Saat saya di kamar rumah, sekitar pukul 22.00 WIB (terdengar) ada teriakan, saya mengira ada yang bermain atau warga sedang bercanda,” tukas Dini, panggilan akrabnya.
Saat keluar rumah, Dini sontak kaget melihat banyak darah yang berceceran. Sedangkan korban yang sempat pulang ke rumah dengan kondisi terluka langsung ditolong tetangga dan dibawa ke Klinik di Bawean. Alhasil, korban tak sempat ketemu dengan istrinya.
Meski tak bertemu, namun Dini mengaku sudah merasa khawatir dan menduga terjadi sesuatu terhadap suaminya yang belum juga ada kabar secara pasti. Sontak, perempuan berusia 29 tahun ini mengaku sempat menangis histeris begitu melihat darah berceceran tersebut.
“Kok bnyak darah depan rumah. Kenapa kak Ijang, saya nangis. Saya tidak tahu, bagaimana keadaan kak Ijang. Akhirnya saya ditelepon dokter salah satu Klinik di Bawean, sekitar pukul 01.00 WIB dini hari, suami saya mengalami kecelakaan diantar sepupu samping pas rumah. Dan saya langsung ke Klinik sampai dirujuk ke Jawa,” ungkapnya, Kamis (28/10/2021).
Dini berharap polisi bisa menangkap pelaku yang sudah mencelakai suaminya itu. “Semoga polisi segera bisa menuntaskan kasus ini,” harap lulusan Akbid itu. (nul)
Editor : Redaksi