KLIKJATIM.Com l Lamongan - Percepatan penuntasan stunting sudah menjadi komitmen bersama Pemkab Lamongan. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan memperluas intervensi penuntasan stunting. Dari yang hanya diwajibkan 10 desa prioritas, diperluas menjadi 31 desa prioritas pencegahan stunting.
Hal ini diungkapkan Bupati Lamongan Fadeli saat menerima kunjungan Tim Penggerak PKK Jawa Timur, Arumi Bachsin di pendopo Lokatantra Pemkab Lamongan.
[irp]
Fadeli mengatakan, intervensi sensitif pencegahan stunting di Kabupaten Lamongan dilakukan melalui berbagai program. Diantaranya penuntasan open defecation free (ODF) dan Green and Clean yang sudah dilakukan sejak tahun 2014, serta percepatan penuntasan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) lima pilar di tahun 2020.
Selain itu Pemkab Lamongan melalui beberapa perangkat daerah terkait juga telah mengalokasikan dana sebesar Rp. 6.732.512.100 untuk intervensi penurunan stunting. "Ada beberapa program seperti PELITA LA dari Dinas Kesehatan, Kelas Ibu Hamil dan Balita dari Dinas Kesehatan, GEMARIKAN dari Dinas Perikanan serta Gerakan Masyarakat Sehat yang dilakukan oleh lintas perangkat daerah," ungkapnya.
[irp]
Fadeli menambahkan, pada Agustus 2018 angka stunting di Kabupaten Lamongan mencapai 10,17 persen, pada Februari 2019 turun menjadi 9,48 persen dan pada Agustus 2019 menjadi 7,71 persen. "Agustus 2018 sampai Agustus 2019, Kabupaten Lamongan berhasil menurunkan stunting sebesar 2,46 persen”, ungkap Bupati Lamongan dua periode.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak menyatakan, penuntasan stunting bisa cepat tercapai jika dilakukan dengan prinsip gotong royong. Melibatkan banyak pihak, serta peran serta dari berbagai kalangan masyarakat. Termasuk diantaranya peran dari kader PKK yang memiliki kader hingga tingkat desa.
Hal itu dikatakannya di Pendopo Lokatantra Lamongan saat Kunjungan Kerja Monev Stunting dan Kematian Ibu dan Bayi (KIB) di Desa Karangturi Kecamatan Glagah, Kamis (30/01/2020).
Dalam kesempatan ini, Arumi juga menjelaskan pentingnya peran PKK dalam penanganan stunting. Karena mereka bisa menjadi ujung tombak dalam mengidentifikasi masalah yang ada di lapangan melalui kader posyandu.
Tak hanya itu, Arumi Bachsin menekankan pentingnya edukasi stunting sejak remaja untuk menjaga kualitas hidup yang lebih baik.
“Jika pada masa remaja mereka sudah memahami bagaimana cara mencegah stunting, Insya Allah akan melahirkan generasi bangsa yang berkualitas," ujarnya.
Dalam kesempatan itu juga, istri wakil Gubernur Jawa Timur itu mengunjungi beberapa stand produk dari PKK Kabupaten Lamongan yang digelar di halaman Pendopo Lokatantra. (bis/bro)
Editor : Redaksi