KLIKJATIM.Com | Ponorogo - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Ponorogo mempunyai gagasan untuk mewadahi dan membina perusahaan rokok kecil, sekaligus menjadi langkah pemberantasan rokok ilegal. Caranya dengan memunculkan kawasan industri rokok di Ponorogo.
[irp]
“Kita sedang meneliti dan meriset tentang kemungkinan hadirnya sebuah kawasan industri rokok yang dari rakyat (industri kecil rokok) yang bisa diisi oleh siapa saja,” ungkap Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko usai talk show tentang Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dan Pemberantasan Rokok Ilegal di Ruang Tengah Pringgitan Rumah Dinas Bupati Ponorogo, Kamis (14/10/2021) seperti dikutip laman kominfo.jatimprov.go.id.
Menurutnya, dengan berkumpulnya pabrik-pabrik rokok milik rakyat maka akan lebih mudah mengontrol kualitas. Juga diakui lebih mudah mengontrol pajaknya.
“Kita ingin yang ilegal menjadi legal dengan pembinaan dari kita (pemerintah). Sehingga tidak ada yang menjual rokok ilegal, apalagi memproduksinya. Saya ketuk pintu hati semua pihak untuk memiliki kesadaran tentang hal ini,” ungkapnya.
Di Ponorogo untuk DBHCHT tahun 2021 yang didapatkan dari pemerintah pusat mencapai Rp25 miliar. Sebagian besar untuk petani dalam bentuk pembinaan, pemberian benih hingga Bantuan Langsung Tunai (BLT). Sisanya telah didistribusikan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk penyehatan lingkungan dan masyarakat, Dinas Kominfo dan Statistik untuk kampanye anti rokok ilegal, Dinas Perdagkum untuk pembinaan usaha kecil dan mikro serta berbagai dinas lain.
Rencananya tahun depan tidak hanya pada bidang-bidang yang sudah ada. Namun pemanfaatan DBHCHT ini akan lebih menukik pada sasaran, juga melalui berbagai inovasi yang memungkinkan untuk peningkatan manfaat bagi masyarakat Ponorogo.
“Selain itu, saya juga akan mendorong agar dana Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial Perusahaan juga turun di Ponorogo. Perusahaan-perusahaan itu yang memasarkan produk di Ponorogo bisa ikut diajak membenahi kota Ponorogo, mengelola sampah dan sebagainya agar Ponorogo ini menjadi lebih baik,” pungkasnya. (*/nul)
Editor : Redaksi