KLIKJATIM.Com | Lamongan – Saat ini warga Lamongan yang berada di China diketahui ada sebanyak 5 orang. Semuanya berstatus mahasiswa.
Tiga di antaranya tinggal di Kota Wuhan yang menjadi asal penyebaran virus corona. Yaitu Pramesti Ardita Cahyani asal Desa/Kecamatan Brondong, Humaidi Said warga Desa Payaman, Kecamatan Solokuro, dan Ayu Winda dari Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Lamongan.
Sedangkan dua orang lainnya adalah mahasiswa S2 Tianjin Foreign Studies University, Iffa Maratus Shohibul Birri dan Nurul Hikmawati, penerima beasiswa yang diusulkan oleh Ponpes Tarbiyatut Tholabah melalui Assa’adah Bungah, Gresik di Perguruan Tinggi Nantong Shipping Collage Tiongkok.
“Saat ini kami sedang melakukan komunikasi dengan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Pendidikan untuk berkoordinasi dengan KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) di sana untuk mengupayakan proses pemulangan kalian ke Indonesia," ujar Bupati Lamongan, Fadeli usai menggelar telekonferen dengan tiga mahasiswa yang berada di Kota Wuhan, China, pada Rabu (29/1/2020).
[irp]
Kini masih satu orang atas nama Nurul Hikmawati yang sudah perjalanan pulang ke Indonesia. "Nurul Hikmawati sejak tadi malam sudah di Bandara Tiongkok untuk perjalanan pulang dan transit di Bandara Thailand. Diperkirakan besok (hari ini, red) sudah sampai bandara Juanda dan akan dilakukan penjemputan serta pemeriksaan terhadapnya," kata Bupati, dengan didampingi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Lamongan, Sudjito.
Dia mengimbau kepada para mahasiswa yang masih berada di China agar tetap tenang. Untuk segala kebutuhannya bisa disampaikan agar dikoordinasikan dengan pihak KBRI.
Selain mengupayakan pemulangan, Pemkab Lamongan juga terus berkomunikasi dengan KBRI terkait kemungkinan masih ada warganya di sana. Dengan begitu akan lebih mudah untuk koordinasi proses pemulangannya.
[irp]
Perlu diketahui, tiga warga Lamongan yang berada di Kota Wuhan merupakan mahasiswa UNESA. Mereka sedang melaksanakan kuliah di Central China Normal University Jurusan Bahasa Mandarin di Wuhan China, dengan masa kuliah bulan September dan seharusnya pulang ke tanah air pada tanggal 13 Januari 2020.
Tak lama setelah dikabarkan adanya virus corona membuat akivitas masyarakat di Kota Wuhan terisolasi, termasuk juga tiga mahasiswa asal Lamongan. “Alhamdulillah kami di sini sehat. Sebenarnya kami masih boleh keluar untuk membeli bahan makanan, tetapi kami menjaga diri sendiri agar tidak keluar rumah jika memang tidak diperlukan untuk menghindari penularan virus corona," ungkap Pramesti, mahasiswa asal Brondong dalam telekonferensinya bersama Bupati, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta pihak Keluarga di Guest House Pemkab Lamongan.
Tampak hadir langsung dalam telekonferensi antara lain Dandim 0812 Lamongan Letkol Inf Sidik Wiyono dan Wakapolres Lamongan, Kompol Dies Ferra Ningtyas. Kemudian sejumlah perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah setempat. (bis/roh)
Editor : Redaksi