KLIKJATIM.Com | Bojonegoro - Virus Corona berdampak parah bagi perekonomian pedagang jajan keliling. Mereka kini sepi pembeli setelah sekolah dari tingkat SD/MI sampai perguruan tinggi diliburkan. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro secara resmi memang mengintruksikan tanggal 16 sampai 21 Maret aktivitas pendidikan diganti belajar di rumah.
Salah satu pedagang keliling, Yatmo Hadi mengungkapkan, akibat diliburkannya sekolah leboh dari satu minggu tersebut bakal berdampak terhadap kelangsungan hidupnya. Sebab, secara langsung hal itu mengganggu penghasilanya. Dia selama ini mengandalkan area sekolah sebagai tempat menjajakan jualannya.
"Karena jualan kami di sekolahan, jadi secara langsung sangat berdampak terhadap penghasilan saya," ungkap penjual Es Susu Segar tersebut, Selasa (17/3/2020).
Pria yang sehari-hari berjualan di area sekolah wilayah Balen, Sukosewu dan Sugihwaras tersebut mengaku bakal kesulitan. Sebab, ia harus memutar otak untuk menjual dagangannya berkeliling dari satu desa ke desa lain tanpa mengandalkan area sekolah.
Namun saat mencoba berkeliling, pria yang akrab disapa Hadi tersebut menemukan beberapa kendala lain. Jarang ada anak yang beli jajan lantaran sebelum libur para siswa dihimbau guru untuk tidak kemana-mana, ke swalayan, pasar dan dilarang beraktivitas di luar rumah.
[irp]
"Di hari-hari biasa, saya mendapat penghasilan antara Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu, tetapi sampai sore ini saya belum mendapatkan uang sama sekali," lanjut pria yang juga Bendahara Komunitas Pedagang Keliling (Kopling) Kabupaten Bojonegoro ini.
Tak hanya Yatmo Hadi, hal serupa juga diungkapkan Nur Salim, Pedagang Pentol asal Kapas. Dia mengeluh dengan kondisi saat ini. Dia berharap Pemerintah cepat bisa menangani wabah ini, agar kondisi bisa kembali normal seperti biasanya.
[irp]
"Kami sebenarnya melihat ada tempat jualan lain jika sekolah diliburkan, yaitu di TPQ atau Diniyah. Namun ternyata sama saja, diliburkan. Kini, kita sudah tidak tahu lagi harus bagaimana," imbuhnya.
Dirinya juga berharap agar kondisi seperti ini bisa cepat selesai dan pemerintah dengan cepat bisa menemukan solusinya. Sehingga para pedagang keliling bisa kembali berjualan dengan normal lagi. (af/bro)
Editor : M Nur Afifullah