klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Dinas Kesehatan Temukan 40 Suspek TB di Lapas Kelas IIB Tulungagung

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Kegiatan tracing Tubercolusis dilakukan setiap 3 bulan sekali di Lapas, dengan menyasar warga binaan baru
Kegiatan tracing Tubercolusis dilakukan setiap 3 bulan sekali di Lapas, dengan menyasar warga binaan baru

KLIKJATIM.Com | Tulunggaung - Setelah sempat tertunda karena pandemi Covid-19, tracing Tubercolusis (TB) di wilayah Tulungagung kembali digelar, salah satunya dilakukan di Lapas Kelas IIB Tulungagung, pada Rabu (06/10) dan Kamis (07/10) yang lalu.

[irp]

Hal ini disampaikan oleh Kasi P2P Dinas Kesehatan Tulungagung,Muhroji yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon,pada Selasa (12/10) sore kemarin.

Muhroji mengatakan, normalnya tracing Tubercolusis dilakukan setiap 3 bulan sekali di Lapas, dengan menyasar warga binaan baru, namun karena intervalnya cukup lama lebih dari 6 bulan maka pada tracing kali ini pihaknya memeriksa seluruh warga binaan sejumlah 600 orang.

Hasil dari screening awal, ditemukan 40 warga binaan yang masuk kategori suspek TB.

"Karena jeda kita sudah lebih dari 6 bulan,makanya kita putuskan untuk memeriksa semua penghuni Lapas selama 2 hari, dibantu dengan beberapa Puskesmas yang kita terjunkan,"ujarnya.

Selanjutnya menurut Muhroji, mereka yang masuk kategori suspek ini menjalani pemeriksaan sampel dahak di laboratorium milik RSUD dr Iskak, untuk diketahui kandungan dahaknya.

"Sampel dahak sudah kita ambil kemudian saat ini masih kita tunggu hasil ujilabnya dari RSUD dr iskak," ucapnya.

Masih menurut Muhroji, nantinya jika dari 40 orang tersebut ada yang dipastikan positif TB dan masih bisa menularkan virus di dalam tubuhnya,maka pihaknya akan berkoordinasi dengan tim kesehatan Lapas serta Puskesmas Kedungwaru Tulungagung untuk memberikan supllay obat secara rutin kepada yang bersangkutan.

Pengobatan yang diberikan menurut Muhroji, sesuai dengan aturan yang ada, dan harus diminum tanpa putus agar tidak menimbulkan kondisi kebal obat.

"Kita akan tangani sampai sembuh,jadi kita libatkan tim kesehatan di Lapas dan Puskesmas Kedungwaru untuk memantau kesehatannya dan memberikan obat secara rutin," pungkasnya.(rtn)

Editor :