klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Gubernur Jatim Pastikan 9 Mahasiswa Unesa di Wuhan Aman, Meski Terisolasi

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa usai meresmikan Masjid Muayyad Wonocolo. (ist)
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa usai meresmikan Masjid Muayyad Wonocolo. (ist)

KLIKJATIM.Com | SURABAYA – Gubernur Jatim Khofifah pastikan 9 mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (UNESA) yang ada di Wuhan, China aman. Meski kondisi di China sedang kacau karena virus Corona, Khofifah menjamin kesembilan mahasiswa tersebut dalam perlindungan.

[irp]

Kondisi terkini, di China ada penutupan 15 kota yang membuat 57,2 juta orang kini terdampak dan terancam terisolasi. Kota yang ditutup berada di Provinsi Hubei, salah satunya adalah Wuhan, kota asal virus corona.

Virus Corona yang membuat masyarakat terisolasi juga berdampak pada 9 mahasiswa UNESA. Mereka merupakan penerima beasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Central China Normal University (CCNU) Wuhan.

[irp]

“Pak rektor (Unesa) sudah mengkomunikasikan (pada saya), mereka sudah ada di dalam satu ruangan. Jadi, saya rasa pak rektor akan terus mengkomunikasikan. Kita minta pak rektor untuk pastikan bahwa mereka di dalam satu perlindungan yang aman. Sejauh yang dapat saya konfirmasi mereka sehat,” kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa usai meresmikan renovasi Masjid Muayyad di Jalan Wonocolo Pabrik Kulit, Minggu (26/1/2020).

Secara terpisah, Rektor Unesa, Prof Hasan telah memastikan 9 mahasiswanya yang sedang mengambil beasiswa bahasa Mandarin di CCNU Wuhan ini dalam keadaan sehat dan tidak terinfeksi virus corona. Kesemua mahasiswa tersebut saat ini masih tinggal di Wuhan dan sudah ada penanganan dari kampus setempat.

"Alhamdulillah, mereka semua dalam kondisi sehat. Kami terus memantau kondisi mereka," katanya.

Seperti diketahui, lanjut dia, memang sudah ada penanganan tersendiri dari kampus kepada mahasiswanya, khususnya mahasiswa asing. Di kampus setempat, terdapat alat pengukur suhu di setiap asrama dan ada pengecekan khusus setiap malam. Kemudian ada pendamping untuk setiap lantai pada tiap asrama. Jadi sudah cukup menjaga, meskipun kenyamanannya berkurang.

“Kami telah berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pihak terkait seperti KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) di China untuk memantau kondisi mahasiswa,” tandasnya. (nk/bro)

Editor :