klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Jelang Dimulainya PTM, Rusunawa UIN Satu Tulungagung Tak Lagi Jadi Tempat Karantina

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Juru Bicara Satgas Covid-19 Tulungagung, Kasil Rohmat. (Iman/klikjatim.com)
Juru Bicara Satgas Covid-19 Tulungagung, Kasil Rohmat. (Iman/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Tulungagung – Satgas Covid-19 Tulungagung memutuskan untuk memindah tempat karantina pasien covid yang sebelumnya di Rusunawa UIN Satu Tulungagung ke Rusunawa Jepun II. Tepatnya di Desa Ringipitu, Kecamatan Kedungwaru.

[irp]

Untuk itu, sejak seminggu terakhir sudah tidak ada lagi penambahan pasien baru (Covid-19) yang menjalani karantina di lokasi tersebut. Bahkan mulai Senin (20/9/2021) kemarin, jumlah pasien di Rusunawa UIN Satu Tulungagung tersebut sudah habis.

Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Tulungagung, Kasil Rohmat mengatakan, keputusan ini merupakan salah satu perubahan kebijakan menjelang pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di UIN Satu Tulungagung. Rencananya akan mulai dilaksanakan pada tanggal 4 Oktober mendatang.

Adapun lokasi yang dipilih sebagai tempat karantina berikutnya adalah Rusunawa Jepun II.

Lokasi tersebut dinilai sangat cocok. Karena memiliki sarana prasarana seperti ruangan yang cukup dan tempat tidur yang telah disediakan.

"Nanti lokasi barunya di Rusunawa Jepun II, yang dulu sempat menjadi transit TKI (Tenaga Kerja Indonesia) yang baru pulang dari luar negeri," jelasnya.

Meski kapasitas jumlah pasien yang bisa ditampung tidak sebanyak di RSDC UIN Satu, tapi dengan adanya isolasi terpusat (isoter) di sejumlah titik maka optimis tidak ada kendala. Semuanya akan berjalan dengan maksimal.

"Ya, daya tampungnya memang ndak sebanyak di UIN, tapi sekarang kan sudah ada isoter di desa-desa, jadi saya rasa tetap cukup untuk melayani masyarakat," tandasnya.

Kasil menambahkan, pihaknya akan melakukan sterilisasi di lokasi Rusunawa sebelum dikembalikan kepada UIN Satu. Begitu juga melakukan perbaikan di bagian-bagian yang kemungkinan rusak selama digunakan sebagai lokasi karantina.

"Nanti disterilkan dulu, kemudian kalau ada yang rusak ya diperbaiki dulu sebelum dikembalikan ke UIN," ucapnya. (nul)

Editor :