KLIKJATIM.Com │ Gresik - Perusahaan solusi agroindustri, Petrokimia Gresik (PG) telah membuka program Vokasi Diploma Satu (D1) batch 2 tahun 2019 di Wisma Kebomas, Kabupaten Gresik, Selasa (21/1/2020). Hal ini sebagai kontribusi nyata dari perusahaan anggota holding Pupuk Indonesia, dalam mendukung pemerintah untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul sesuai kebutuhan industri dan bekerja sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian (Kemenperin).
“Total ada 58 peserta mengikuti program yang link and match dengan industri pada periode ini, 34 di antaranya dari jurusan teknik kimia industri dan 24 orang dari jurusan pemasaran dan logistik,” kata Direktur Utama (Dirut) PG, Rahmad Pribadi.
Sedangkan pada periode tahun 2017 hingga 2018 diikuti oleh 79 peserta jurusan teknik kimia industri. Kemudian batch 1 tahun 2019 ada sebanyak 73 peserta untuk jurusan teknik kimia Industri, 39 peserta jurusan teknik perawatan mesin, serta 24 peserta pada jurusan pemasaran dan logistik.
[irp]
Dengan demikian, PG telah berkontribusi untuk peningkatan kompetensi terhadap sebanyak 273 SDM melalui program ini.
Selama mengikuti program tersebut peserta tidak hanya dibekali dengan kemampuan hard competency. Tetapi juga soft competency. Metode pembelajaran dibuat dengan konsep 33 persen penyampaian materi di kelas dan 67 persen praktik di lapangan.
"Dengan konsep ini, ilmu yang didapat peserta lebih applicable ketika nanti diterapkan di industri dan sesuai dengan konsep pendidikan vokasi yang bertujuan untuk menunjang penguasaan keahlian terapan tertentu," jelas Rahmad.
Untuk meningkatkan value perogram Vokasi D1, peserta akan diuji melalui melalui sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) setiap akhir periode pendidikan.
[irp]
Selain aktif menjalankan program Vokasi D1 dalam rangka penguatan SDM industri, PG juga berperan meningkatkan kompetensi SDM pendidikan vokasi menengah. Yaitu melalui kegiatan magang enam bulan yang link and match dengan industri untuk pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Program vokasi menengah ini diikuti oleh 150 siswa di tahun 2018, dan 151 pelajar tahun 2019 yang berasal dari seluruh Indonesia.
Tidak hanya untuk siswa. Namun, PG juga memberikan kesempatan magang bagi guru SMK selama satu bulan.
Magang guru ini telah diikuti oleh 449 guru SMK dari seluruh tanah air di tahun 2018-2019. Dengan adanya program seperti ini diharapkan, bisa menghasilkan output yaitu link and match kurikulum dan bahan ajar di sekolah dengan dunia Industri.
“Untuk tahun 2020 Petrokimia Gresik juga akan menjalankan program pengembangan SDM bekerja sama dengan Kementerian BUMN dan Kementerian Pertanian,” pungkas Rahmad. (nul/rtn)
Editor : Redaksi