KLIKJATIM.Com I Sidoarjo – Bisnis kuliner memang tidak hanya soal rasa, namun juga suasana. Seperti yang dilakukan oleh Muhammad Mujib. Pedagang bakso di Sidoarjo ini mendesain warungnya berbentuk layaknya kapal Pinisi. Kapal kayu legendaris dari Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan. Sejak dibuka sebulan yang lalu, warungnya selalu ramai pembeli.
[irp]
Bagi warga yang melintas di Jalan Sumokali, Kecamatan Candi, warung dari kayu berbentuk kapal tersebut tentu saja menarik perhatian. Apalagi berdiri di permukiman padat penduduk.
Mujid mengatakan, ide tersebut muncul dari pemikiran sederhana. “Saya ingin bebeda dari pedagang bakso yang lain. Ingin yang unik. Ingin yang ekstrem. Maka terciptalah warung kapal ini,” terangnya, Jumat (17/9/2021) siang.
Mujib menceritakan, butuh waktu sekitar dua bulan menemukan ide desain kapal tersebut. “Bakso saya kan bakso rante. Pikiran saya, rante selalu identik dengan kapal laut,” ucapnya. Ia mengaku menghabiskan dana sekitar Rp 150 juta untuk membuatnya.
Dari pantauan di lokasi, pembeli tidak hanya menyantap bakso saja. Banyak diantara mereka berswa foto. Baik dari luar untuk mendapatkan latar belakang bangunan utuh kapal, maupun di lantai dua. “Kami juga menyediakan baju Popeye bagi anak-anak yang ingin berfoto di atas kapal,” jelasnya.
Mujid sendiri sudah bergelut di bidang ‘perbaksoan’ sekitar 10 tahun terakhir. Darinya, muncul ide-ide bakso yang sempat ngehits di Kota Delta. Bakso Pertamax yang kuah baksonya berwarna hijau serta bakso paku yang pentolnya berbentuk paku adalah idenya. Demikian juga dengan bakso rante yang pentolnya dirangkai layaknya rantai.
Salah satu pembeli bakso rante adalah Leni, warga Kecamatan Tulangan. Setelah usai menyantap bakso, ia terlihat berswafoto bersama dua rekannya, Desi dan Yuni. Tidak hanya di depan rangkaian pentol rantai, mereka juga berfoto di lantai dua dengan memegang kemudi. “Tadi kebetulan lewat sini. Eh kok ada bakso unik. Mampir sekalian deh. Foto-foto tadi akan saya unggah di instagram saya,” kata Leni. (bro)
Editor : Satria Nugraha