KLIKJATIM.Com | Surabaya - Ketua Komisi D DPRD Surabaya Khusnul Khotimah mengapresiasi langkah cepat Pemkot Surabaya menuntaskan polemik seragam, yang terlanjur dibeli orang tua siswa yang berasal dari kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
[irp]“Mantab!. Saya memberikan dua jempol bagi Pemkot Surabaya khususnya Dinas Pendidikan Kota Surabaya, yang bergerak cepat menyelesaikan masalah seragam ini. Saya tidak menyangka masalah ini bisa selesai secepat ini. Bayangan saya mungkin nanti saat PAK (perubahan anggaran keuangan),” kata Khusnul, saat dikonfirmasi, Kamis (9/9/2021).
Untuk diketahui, seluruh koperasi sekolah SMP Negeri di Surabaya mulai mengembalikan uang seragam yang terlanjur dibeli orang tua dari kalangan MBR. Pengembalian ini sesuai perintah Wali Kota Surabaya, karena siswa MBR nanti akan mendapat seragam gratis dari Pemkot Surabaya.
Ia juga mengatakan, Pemkot Surabaya saat ini sudah berada di jalur yang benar. Sama seperti saat Surabaya dipimpin Tri Rismaharini. Saat ada keluhan dari masyarakat, langsung direspon cepat.
Agar masalah seragam ini tidak terulang lagi, Khusnul meminta dinas terkait untuk segera mengirim data siswa dari kalangan MBR ke sekolah, baik yang dierima di sekolah negeri maupun swasta. Tujuannya agar koperasi sekolah tidak menjual seragamnya ke siswa keluarga MBR, karena akan mendapat bantuan seragam dari Pemkot Surabaya.
“Ke depan saya berharap bantuan seragam yang diterima siswa MBR bukan berupa bahan kain, tapi sudah berbentuk baju siap pakai. Pembuatan bajunya nanti bisa bekerjasama dengan UMKM. Ini bagian dari pemberdayaan UMKM di Surabaya juga,” ungkap politisi dari Fraksi PDI Perjuangan ini.
Agar kualitas pendidikan di Surabaya lebih meningkat, Khusnul berharap ada partisipasi publik yang ikut mendorongnya. Contohnya seperti adanya bantuan dari dana CSR (corporate social responsibility) perusahaan, untuk membantu fasilitas sekolah atau memberikan beasiswa kepada siswa berprestasi yang kurang mampu.
“Partisipasi publik untuk menjaga mutu pendidikan Surabaya sebagai barometer pendidikan di Indonesia ini harus dijaga dan ditingkatkan. Biaya pendidikan tidak hanya ditanggung oleh pemerintah, tapi juga bisa gotong royong dengan pihak swasta seperti perusahaan melalui CSR-nya,” tandasnya. (rtn)
Editor : Redaksi
Tabrakan Maut Dini Hari di Jalur Bojonegoro-Babat, Mahasiswa Asal Lamongan Meregang Nyawa
Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalan Raya Bojonegoro–Babat, tepatnya di wilayah Desa Trojalu, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro…
BPJS Kesehatan Pastikan Perlindungan JKN bagi Petugas dan Relawan SPPG di Gresik
KLIKJATIM.Com | Gresik – Keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak lepas dari peran penting para petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). U…
Polres Gresik Terima 15 Taruna Akpol, Kapolres Tekankan Pentingnya Pengalaman Lapangan
KLIKJATIM.Com | Gresik – Polres Gresik resmi menerima 15 Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tingkat III Angkatan 58 Batalyon Ksatriya Hawin Sarwahita untuk m…
Lulusan SMA/SMK Siapkan Lamarnmu Hadiri Gresik Job Fair 2026 di Gressmall
Lulusan SMA/SMK Merapat! Disnaker Gresik Bakal Gelar Job Fair 2026 GresikSatu – Kabar baik bagi para lulusan SMA dan SMK di Gresik yang sedang lowongan…
11 Taruna Akpol Mulai Latja di Polres Bojonegoro, Kapolres Tekankan Disiplin dan Penguatan Kompetensi
KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Sebanyak 11 Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tingkat III Angkatan ke-58 Batalyon “Ksatriya Hawin Sarwahita” Tahun 2026 resmi menja…
Bupati Gresik Minta Dapur MBG Jadi Pelopor Pengelolaan Sampah dan Limbah Ramah Lingkungan
KLIKJATIM.Com | Gresik – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menekankan pentingnya kualitas operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sekaligus p…