KLIKJATIM.Com l Lamongan - Menjelang Pilkada serentak 2020, polemik dua kubu Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Lamongan diharapkan segera berakhir. Hal ini seperti disampaikan Ketua Umum Pengurus Pusat PPDI, Mujito usai melantik pengurus PPDI Lamongan Minggu (12/01/2020) siang.
[irp]
Pelantikan dan Pengukuhan pengurus PPDI Kabupaten Lamongan Periode 2019-2024 ini diniatkan juga memperjelas pengurus yang sah dan diakui. Pengurus periode ini diisi oleh Imam Mawardi sebagai Ketua Umum, Sali sebagai Sekretaris, dan Muhammad Ali sebagai Bendahara.
Ketua Umum PPDI Pusat, Mujito mengatakan, melalui pelantikan dan pengukuhan pengurus PPDI Kabupaten Lamongan yang baru ini menunjukkan jika kepengurusan yang dilantik hari ini merupakan kepengurusan yang sah. Sehingga keberadaan pengurus lain yang mengatasnamakan pengurus PPDI Kabupaten Lamongan segera bisa bersatu. Sebab, dengan menjadi satu kesatuan bisa membawa kemajuan PPDI di Kabupaten Lamongan.
"Melalui pelantikan dan pengukuhan pengurus baru ini diharapkan kedua kubu bersatu. Baik kubunya Pak H. Hartono maupun Pak Imam," tutur Mujito.
Dia berharap kedua kubu bisa saling islah untuk bersatu. Namun demikian jika sampai terjadi dan tetap tidak bisa diatur, maka di satu kabupaten itu bisa ada dua kepengurusan PPDI. Asalkan, ada pembagian yang jelas mengenai wilayah ruang kerja masing-masing.
Hal senada juga diungkapkan Wakil Bupati Lamongan, Kartika Hidayati. Dia menyampaikan, hendaknya pelantikan pengurus PPDI yang baru ini bisa menyatukan seluruh pengurus dan anggota PPDI Lamongan. Sehingga program pemerintah bisa berjalan dengan baik hingga ke tingkat bawah atau desa masing-masing.
[irp]
"Segera lakukan konsolidasi anggota, jangan pernah ada gesekan antar pengurus atau anggota. Lewat PPDI, mari saling bekerja sama jalin komunikasi yang baik dengan kades, BPD hingga camat sehingga bisa bersinergi dengan kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten Lamongan," ujar Kartika. (bis/bro)
Editor : Redaksi