klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Cerita Siswa SMK di Gresik Layani Servis Gratis Saat Banjir Hingga Malam

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Para siswa sedang melayani servis gratis pengendara motor yang mogok di Desa Morowudi, Kecamatan Cerme, Gresik. (istimewa)
Para siswa sedang melayani servis gratis pengendara motor yang mogok di Desa Morowudi, Kecamatan Cerme, Gresik. (istimewa)

KLIKJATIM.Com | Gresik--Siswa SMKS Annuriyah, Benjeng membuka bengkel gratis di Jalan Raya Desa Morowudi, Kecamatan Cerme. Bengkel itu disediakan bagi pengendara motor yang mogok akibat memaksa menerjang banjir yang menggenangi jalan utama setinggi lutut orang dewasa.

Warga di wilayah Gresik Selatan seminggu terakhir ini dihantui banjir rutin tahunan. Banyak pengendara terjebak saat melewati banjir. Bahkan, beberapa pengendara motor jatuh akibat tak kuasa menahan derasnya air.

Bagi pengendara yang nekat menerjang banjir, akibatnya motor mogok. Sebab, air masuk ke dalam lubang knalpot. Seperti yang dialami Rifa'i (42), asal Balongpanggang, yang mengira motor yang dikendarainya berhasil lolos dari banjir.

"Tak kiro iso nglewati banjir, tibakne gak ngatasi (Saya kira bisa melewati banjir, ternyata enggak bisa, red)," kata Rifa'i sambil menuntun motornya.

[irp]

Beruntung di dekat lokasi banjir beberapa siswa SMK membuka bengkel gratis. Para siswa dari SMKS Annuriyah, Benjeng ini sengaja mendirikan bengkel darurat untuk melayani pengendara motor yang mogok setelah menerjang banjir.

"Alhamdulillah wes kenek mas, pinter arek-arek iki,  (Alhamdulillah sudah bisa mas. Pintar anak-anak ini, red)," tutur Rifa'i dengan rasa syukur setelah mesin karburator motornya dibongkar para siswa.

Ainul Yaqin, seorang siswa yang mendirikan bengkel mengaku cukup senang bisa membantu orang. Selain membantu, bengkel yang didirikan dadakan itu sekaligus sebagai praktek reparasi motor.

"Sekalian praktik pelajaran yang diajarkan di sekolah," kata siswa Jurusan Teknis dan Bisnis Sepeda Motor SMKS Annuriyah ini.

[irp]

Menurut Ainul, banyak pengendara yang mesin motornya mati saat melewati banjir. Sebabnya, air masuk ke dalam knalpot. Bahkan, ada yang sampai harus membongkar karburator.

"Kalau motor matic masih mudah dibenahi. Tapi, kalau motor manual harus bongkar karburatornya," kata siswa kelas 3 ini.

Guru SMKS Annuriyah Fahruzi Latif mengatakan, bengkel yang digawangi siswanya ini akan dibuka setiap ada banjir. Selain sebagai praktikum bagi siswa, pendirian bengkel ini juga bertujuan membantu pengendara yang motornya mogok.

[irp]

"Sekalian bakti sosial melatih para siswa ikhlas membantu yang sedang membutuhkan," katanya.

Dijelaskan Latif, bengkel yang dibuka pada Kamis (9/1/2020) itu cukup membantu para pengendara motor yang mogok. Ada puluhan motor yang memanfaatkan jasa servis gratis para siswa itu. Bengkel sendiri dibuka mulai pukul 12.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB.

"Banyak sekali yang mogok, mereka cukup terbantu. Anak-anak sampai kecapekan melayani," tutur Latif. (iz/mkr)

Editor :