KLIKJATIM.Com | Bojonegoro - Warga Desa Banjarsari Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro mendatangi kantor Kepala Desa menyampaikan agar dua perusahaan yang bergerak di bidang beton atau batching plant yaitu Raja Beton dan SBS segera tidak beroprasi lagi di wilayahnya. Pasalnya ada beberapa masalah yang membuat masyarakat geram dengan adanya perusahaan yang mengelilingi tempat mereka tinggal.
[irp]Selain itu polusi udara juga dirasakan oleh warga hingga setiap harinya menghirup udara yang kurang sejuk. "Yang kami rasakan, setiap hari kami menghirup debu semen, apalagi disini banyak anak anak, jadi ini menganggu paru-paru kami," ujar M Ridwan salah satu perwakilan warga kepada Klikjatim.com Kamis (19/8/2021)
Menurutnya, dengan adanya kegelisahan yang dirasakan selama ini, sebanyak 50 orang dari RT 10, 11, 12 dan 13 menyampaikan tuntutan agar dua perusahaan tersebut segera hilang dilingkungannya.
Bahkan lanjut warga, selain menghirup debu-debu polusi yang terus menerus menggerogoti kesehatan paru-paru juga adanya jalan yang rusak, tumpahan semen di jalan mengakibatkan seringnya kecelakaan, dan suara bising yang sangat mengganggu ketentraman warga.
"Sekali lagi, saya mewakili warga, saya merasa terganggu dengan adanya dua perusahaan ini, dan warga minta Raja Beton dan SBS keluar dari lingkungan kami," imbuhnya dengan nada kesal
Sementara puluhan warga tersebut di temui oleh beberapa pihak terkait, mulai dari perwakilan manajemen pabrik beton Raja Beton, Surya Bengawan Sakti (SBS), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Camat Trucuk, Kepala Desa (Kades) Banjarsari dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Kapolsek Trucuk serta dari Satpol PP Bojonegoro.
Perwakilan Raja Beton mengatakan, kalaupun untuk debu, dari pihak raja beton sudah menyirami satu hari dua kali, "ya dari perusahaan kami sudah melakukan penyiraman, tapi yang dikeluhkan warga juga terkait kebisingan, kami akan kordinasikan dengan perusahaan kami," katanya
Sedangkan perwakilan pabrik beton SBS, Ryan, berencana meneruskan hasil rapat koordinasi kepada pihak manajemen untuk mendapatkan keputusan yang terbaik. "Kami akan sampaikan ke pihak manajemen," sambungnya
Sementara, Kepala Bidang (Kabid) Tata Lingkungan DLH Bojonegoro, Erna Zulaikah menambahkan, untuk keluhan warga akan segera ditindaklanjuti. "Nanti akan kami rapatkan dengan dinas terkait," ujar Erna
Erna juga mengatakan, DLH sendiri bukan organisasi perangkat daerah (OPD) yang bisa menghentikan operasional perusahaan. Karena DLH adalah salah satu syarat dalam proses perizinan. Bukan dinas yang mengeluarkan perizinan.
Diakhir rapat belum adanya titik terang, warga memberi kesempatan agar dua perusahaan tersebut dan pihak pihak terkait segera merapat, kalau lebih dari satu Minggu, warga akan menutup dua perusahaan tersebut yang menggangu kenyamanan lingkungan.
Sedangkan Kepala Desa Banjarsari, Fatkhul Huda hanya bisa pasrah, tidak bisa memutuskan hasil dari rapat kali ini antara warga dan pabrik beton serta dinas terkait.
"Sepenuhnya kita belum bisa memutuskan hasil akhir rapat koordinasi, selain itu notulen rapat kali ini akan kita bahas lebih lanjut dan sesegera mungkin saya akan sampaikan beberapa hal yang menjadi keresahan masyarakat kepada pihak yang terkait," pungkasnya. (rtn)
Editor : M Nur Afifullah
Gresik Raih UHC Awards 2026 Kategori Madya, Pemkab Tegaskan Komitmen Layanan Kesehatan Merata
KLIKJATIM.Com | Jakarta – Pemerintah Kabupaten Gresik kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih penghargaan kategori Madya pada ajang U…
Natal Bersama BAMAG Gresik Teguhkan Harmoni Lintas Iman untuk Pembangunan Daerah
KLIKJATIM.Com | Gresik – Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Kabupaten Gresik menggelar perayaan Natal bersama di Graha Kartini Ballroom, Senin (…
Raih UHC Utama Nasional, Pemkab Sampang Pastikan Akses Kesehatan Gratis bagi Warga
KLIKJATIM.Com | Sampang – Pemerintah Kabupaten Sampang berhasil meraih peringkat utama Universal Health Coverage (UHC) Award tingkat nasional yang diserahkan d…
Sengketa Batas Tanah di Jember Berujung Maut, Polisi Tegaskan Bukan Carok
KLIKJATIM.Com | Jember – Seorang warga Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, Jawa Timur, tewas setelah menjadi korban pembacokan pada Minggu pagi, 26 Januari 2…
Atap Rumah Roboh Diterjang Angin Kencang, Remaja Putri di Jember Alami Luka Ringan
KLIKJATIM.Com | Jember – Seorang remaja putri bernama Putri Ramadhani (19), warga RT 004/RW 002 Dusun Krajan Barat, Desa Candijati, Kecamatan Arjasa, Kabupaten …
BPK Sebut Desain dan Kebijakan Lahan Pertanian LP2B Pemprov Jatim Belum Optimal
KLIKJATIM.Com | Sidoarjo – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) kinerja dan Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu …