klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Penambahan Harian Terkonfirmasi Covid-19 di Tulungagung Melonjak 300 Persen

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Peta sebaran terkonfirmasi Covid-19 di Tulungagung. (ist)
Peta sebaran terkonfirmasi Covid-19 di Tulungagung. (ist)

KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Jika selama pelaksanaan PPKM Darurat hingga perpanjangan PPKM Level 4 saat ini temuan penambahan terkonfirmasi harian Covid-19 Tulungagung ada di angka 50 sampai 70 orang perhari. Namun, temuan terkonfirmasi positif covid per Jumat (13/8/2021) kemarin melonjak hingga mencapai 241 orang dalam sehari.

[irp]

Dengan adanya penambahan ini, maka total jumlah terkonfirmasi Covid-19 selama pandemi berlangsung sebanyak 6.755 orang dengan jumlah kesembuhan sebanyak 5.523 orang. Sedangkan jumlah pasien positif Covid-19 yang meninggal sebanyak 194 orang.

Wakil Juru Bicara Satgas Covid-19 Tulungagung, Achmad Mugiyono yang dikonfirmasi mengatakan, penambahan jumlah terkonfirmasi tersebut merupakan gambaran dari semakin banyaknya tracing yang dilakukan oleh petugas kepada kontak erat terkonfirmasi Covid-19 di Tulungagung. "Kita tracingnya kan meningkat mas, sesuai arahan Satgas Pusat untuk memperbanyak tracing," ujarnya.

Mamad, sapaan akrab Achmad Mugiyono menyebut, rapid antigen yang dilakukan masyarakat di instansi swasta juga mempengaruhi penambahan jumlah tracing ini. Sehingga angkanya mengalami kenaikan.

"Untuk keperluan kerja misalnya, atau mau bepergian kan sekarang ada juga yang tracing langsung ke pihak swasta dan itu mempengaruhi," ucapnya.

Mamad menjelaskan, tak bisa dipungkiri penambahan ini menandakan masih belum maksimalnya penerapan protokol kesehatan di masyarakat. Terlebih masih adanya masyarakat yang secara sembunyi-sembunyi menggelar hajatan di masa PPKM Level 4 ini.

"Kalau prosentase dari klaster hajatan-hajatan yang masih membandel itu 20 sampai 30 persen," jelasnya.

Selain hajatan, masyarakat yang nekat memilih menjalani isolasi mandiri di rumah dan menolak untuk menjalani isolasi terpadu, juga menyumbangkan kasus terkonfirmasi. Buktinya, dari 6 lokasi Isoter yang telah disiapkan ternyata semuanya masih belum ada yang mengisi.

"Sisanya dari klaster keluarga, banyak yang kita temukan masyarakat itu memilih isoman (isolasi mandiri) walaupun kondisinya tidak semakin membaik, padahal lewat Isoter itu ada pemantauan dari pihak kesehatan langsung," tuturnya.

Mamad memastikan, dengan adanya temuan ini satgas akan segera melakukan evaluasi untuk menekan laju penambahan dan penyebaran Covid-19 di Tulungagung. (nul)

Editor :