klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Penemuan Barang Bersejarah Bisa Jadi Daya Tarik Wisatawan ke Bawean

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Guci yang diduga peninggalan era Dinasti Ming ditemukan di Perairan Pulau Bawean. (Istimewa)
Guci yang diduga peninggalan era Dinasti Ming ditemukan di Perairan Pulau Bawean. (Istimewa)

KLIKJATIM.Com | Gresik — Penemuan dua guci berukir gambar ular naga dari dasar laut atau perairan Pulau Bawean oleh nelayan, dengan menggunakan cantrang beberapa waktu lalu bisa menjadi bukti peninggalan sejarah. Hal tersebut juga sebagai indikasi bahwa perairan laut bawean kaya akan 'harta karun' di bawah laut.

[irp]

"Apalagi penemuannya di perairan barat Pulau Bawean, dimana di daerah tersebut ada Benda Berharga Asal Muatan Kapal yang Tenggelam (BMKT),” beber Ketua Bidang Pengembangan Sumberdaya Laut Perkumpulan Peduli Konservasi Bawean, Abdul Saddam Mujib.

Dikatakan, perairan laut Jawa merupakan daerah lalu lalangnya kapal-kapal Cina, Portugis, dan lain-lain pada sekitar abad ke 17 sampai pertengahan abad ke 19. 

Saddam berharap penemuan guci tersebut bisa menjadi daya tarik wisatawan. Dan nantinya bisa dibuatkan museum khusus barang antik yang ditemukan dari perairan Bawean.

"Jadi bukan barang antik saja, tapi bisa dibuatkan semacam pameran foto dari keanekaragaman hayati laut di Bawean. Seperti terumbu karang, dugong (putri duyung) sampai dengan hiu paus,” ujarnya.

Adji Sudarmo Kakaikan selaku penulis Majalah Scuba Diver Australasia-Ocean Planet Indonesia (SDDAI) mengatakan, jika memang benar dua barang (guci) itu bernilai sejarah, maka bisa menjadi daya tarik untuk wisatawan sejarah. Sehingga bisa menumbuhkan minat pariwasata, khususnya wisata bahari.

”Salah satunya, tembikar atau gerabah (Koin, Guci) era Dinasti Ming atau Dinasti Qin,” katanya.

Adji pun menduga masih ada keterkaitan penyebaran sejarah Islam yang di bawah oleh Sunan Gresik. "Dulu ceritanya Sunan Gresik dari Campa dataran Cina. Sekitar 1.300 Masehi,” ujarnya.

Dia berharap dengan adanya beberapa peninggalan sejarah ini bisa mengangkat Bawean sebagai Destinasi Wisata Bawean Unggulan.

"Biar saja guci itu berada di tempatnya (bawah laut) untuk manjadi spot penyelaman/diving-pariwisata minat khusus,” tutur Adji yang juga sebagai Underwater Photography atau photo bawah laut.

Selanjutnya ditambahkan bahwa pihak kepolisian atau instansi terkait bisa memberikan batasan wilayah untuk nelayan melaut. Artinya, nelayan tidak boleh melintas lokasi tempat destinasi sejarah yang memang ditemukan ada barang bersejarah.

”Ke depan kalau dikelola dengan baik bersama instansi, masyarakat yang terlibat, maka akan juga menumbuhkan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (nul)

Editor :