KLIKJATIM.Com | Gresik — Penemuan dua guci diduga peninggalan era Dinasti Ming, yang merupakan barang bukti (BB) hasil tangkapan nelayan menggunakan cantrang di perairan Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, harus tetap dilaporkan kepada instansi bidang kebudayaan. Hal ini ditegaskan oleh Kepala Seksi Sejarah dan Purbakala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Gresik, Khairil Anwar.
[irp]
"Temuan itu didapat dari penangkapan kapal cantrang di Bawean dan masuk dalam barang bukti yang diproses lebih lanjut. Secara aturan undang-undang cagar budaya harus dilaporkan ke instansi yang mengampuh urusan kebudayaan,” ujar Khairil Anwar, Kamis (12/8/2021).
Menurutnya, berdasarkan foto-foto yang beredar di sosial media (Sosmed) bisa diduga bahwa barang itu termasuk kategori guci stoneware martaban (storage jar). ”Kalo saya lihat kemungkinan dari masa Qin atau Ming,” imbuhnya.
Khairil pun menyebut dengan ditemukannya dua buah guci ini bisa menjadi bahan pengetahuan sejarah dan kebudayaan di Pulau Bawean. "Data temuan keramik asing di Perairan Bawean akan bernilai sangat besar bagi ilmu pengetahuan dalam merekonstruksi sejarah budaya Bawean,” jelasnya.
Selain itu, di perairan Bawean juga sudah ditemukan bukti arkeologis keberadaan Kapal SS Bengal. Dan kapal ini merupakan kapal uap cargo tercanggih di masa pengaruh perdagangan bangsa Eropa. "Sedangkan keberadaan data bawah air dari bangsa Tiongkok/Cina merupakan periode yang lebih tua. Bisa setara dengan masa Majapahit. Selama ini arkeolog baru menemukan bukti di daratan Bawean atas pengaruh Cina,” paparnya.
Dengan begitu, lanjutnya, data temuan dari laut ini akan melengkapi data peran Bawean dalam poros maritim Nusantara. "Menurut dugaan saya, Bawean sejak masa Majapahit telah menjadi daerah penghasil tikar pandan yang merupakan salah satu komoditas perdagangan yang dicari bangsa Cina. Sedangkan pada masa kemudian, tikar telah terbukti menjadi produk yang dicari bangsa Eropa di Bawean,” jelasnya.
Sementara itu Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani akan melakukan pengembangan Gresik Kota bandar grisse. “Tentu kalau ini menjadi destinasi wisata unggulan Bawean dari program Gresik Kota Bandar,” pungkasnya. (nul)
Editor : Redaksi