KLIKJATIM.Com | Tulungagung—Warga di sekitar Gunung Bolo, Tulungagung digegerkan dengan penemuan jasad Mohammad Yasin (42) warga Nganjuk. Pasalnya, mayat Yasin ditemukan dalam posisi tergantung dekat keramat Kembang Sore, Jumat (6/8/2021) sore.
[irp]
Basuki seorang juru kunci makam mengatakan, penemuan orang gantung diri ini pertama kali diketahui oleh adiknya yang akan menyapu bagian belakang makam. Setelah mengetahui kejadian ini,adiknya langsung memberitahu dirinya dan kemudian dilanjutkan melapor ke Kades.
"Yang tau pertama ini adik saya saat akan nyapu makam terus tau ini kemudian lapor ke saya dan saya teruskan ke bu Kades," ujarnya.
Basuki mengaku tidak mengenal laki laki yang gantung diri tersebut, namun Jumat pagi tadi dirinya sempat melihat laki laki tersebut berjalan naik ke gunung dengan telanjang dada dan hanya mengenakan celana pendek, sedangkan baju dan celana panjangnya ditaruh di pundak.
"Saya kira orang ndak waras soalnya telanjang dada dan celana panjangnya itu disampirkan di pundak, jalan kaki naik ke atas," ungkapnya.
Sementara itu, Wakapolsek Kalangbret, Ipda Untung Kardiyanto yang mengikuti jalannya evakuasi korban mengatakan, sesuai dengan identitas yang ditemukan di baju korban, diketahui korban merupakan warga Nganjuk.
"Korban ini asli dari Nganjuk, jika dilihat dari data KTP yang ada di tubuh korban," ujarnya.
Saat pertama kali ditemukan,kondisi laki laki ini sudah meninggal dunia dengan leher menggantung di balok kayu. Untung menjelaskan, posisinya hampir duduk di tanah namun pantatnya belum sampai menyentuh tanah,kemudian lehernya terikat pada baju yang disambung dengan celana dan ikat pinggang kemudian dikaitkan ke salah satu kayu penyangga makam.
Berdasarkan hasil visum oleh tim Inafis, tidak ditemukan tanda tanda penganiayaan di tubuh korban. "Kondisinya hampir duduk jadi pantatnya itu belum sampai menyentuh tanah, dalam keadaan sudah meninggal dunia," ucapnya.
Untung memperkirakan, korban melakukan aksi bunuh dirinya pada Jumat pagi, saat tidak ada warga maupun juru kunci yang beraktifitas di lokasi tersebut. "Kalau ditemukan pertama kali itu jam 13.30 WIB, jadi kemungkinan kejadiannya bisa pagi, soalnya juru kunci kesininya kan siang," ucap Untung.
Usai menjalani visum,pihaknya meghubungi keluarga korban di Nganjuk untuk proses kepulangannya.(mkr)
Editor : Iman