klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

LSM Pasuruan Sebut Penanganan Covid Masih Kurang Maksimal

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
LSM yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Pasuruan Untuk Transparansi Covid- 19 (Komparasi) mendatangi gedung DPRD Kabupten Pasuruan, Senin (2/8/21).
LSM yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Pasuruan Untuk Transparansi Covid- 19 (Komparasi) mendatangi gedung DPRD Kabupten Pasuruan, Senin (2/8/21).

KLIKJATIM.Com | Pasuruan Sejumlah LSM yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Pasuruan Untuk Transparansi Covid- 19 (Komparasi) menilai penanganan Covid di Kabupaten Pasuruan masih belum optimal. Iti disampaikan LSM Komparasi saat mendatangi gedung DPRD Kabupten Pasuruan, Senin (2/8/21).

[irp]

Kedatangan LSM Komparasi untuk mendesak Gugus Tugas dan Pansus DPRD Kabupaten Pasuruan buka-bukaan (transparansi) terkait anggaran refocusing percepatan penanganan Covid- 19 di Kabupaten Pasuruan. 

"Sampai kuartal II anggaran refocusing hanya terserap 11 persen. Otomatis akan berpengaruh kepada penanganan covid-19," kata Lujeng Sudarto koordinator aksi saat audensi di gedung DPRD Kabupaten Pasuruan. 

Ia meminta, DPRD Kabupaten Pasuruan menggunakan fungai sebagai lembaga yang mempunyai hak pengawasan (controlling) untuk memanggil Gugus Tugas serta Pansus dalam menangani Covid-19 ini. Selain itu, sambung Lujeng, penggunaan anggaran refocusing harus transparan dan akuntabel. 

Dikatakan, Gugus Tugas hanya terfokus pada data orang yang terpapar covid-19 dan meninggal. Sedangkan untuk bergerak melakukan tracking dan swab kurang maksimal. "Apalagi edukasi kepada masyarakat, tidak pernah dilakukan," ucapnya.

Hal sama juga diungkapkan Sugito Pegiat LSM yang juga mantan Tim Relawan Covid-19 Kabupaten Pasuruan, bahwa percepatan penanganan pandemi dalam satu tahun terakhir sangat mengecewakan. "Selama ini banyak kebijakan program yang dilakukan gugus tugas, tidak jelas. keseriusan penanganan secara detail, harus menjadi evaluasi karena banyak kebijakan yang tidak menyentuh subtansi permasalahan," ungkapnya.

Menurut Sugito, Ketika anggaran untuk percepatan penanganan covid-19 digunakan dengan benar dan langsung menyentuh permasalahan serta tidak hanya mengandalkan penyekatan dan sebagainya, tidak akan sulit dalam penanganan pandem.

"Ketika anggaran bisa digunakan dengan benar dan langsung menyentuh pada permasalahan dilapanga, tidak akan sulit dalam penanganan pandemi," ujar Sugito.

Menanggapi persoalan ini, Rusdi Sutejo Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, bersama Ruslan Ketua Komisi IV serta anggota lainnya, mengucapkan terimakasih kepada teman-teman LSM. Pihaknya berjanji akan menindak lanjuti aduan tersebut. 

Ruslan mengaku sampai detik ini pihaknya belum menerima hasil laporan penanganan secara detail dari Gugus Tugas. "Iya nanti kita memanggil gugus tugas sampai berapa persen penyerapan anggaran refocusing tersebut," pungkasnya.

Sementara itu, Rusdi Sutejo berharap audensi selanjutnya pihak-pihak bersangkutan bisa hadir. Terlebih ketua pansus DPRD Kabupaten Pasuruan. "Audensi selanjutnya kita akan mengundang ketua pansus. Jika tidak hadir dalam audensi kedua, iya kita minta untuk mundur saja," tegasnya. (rtn)

Editor :