KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Ribuan warga Tulungagung yang telah terjadwal untuk mengikuti vaksinasi tahap kedua menjalani vaksinasi tahap kedua di gerai vaksin presisi yang dibuka pada Minggu (01/08) di GOR Lembu Peteng Tulungagung tadi.
[irp]
Berdasarkan pantauan tim liputan, kurang lebih 5000 warga Tulungagung sudah mendatangi GOR Lembu Peteng sejak pagi hari, untuk mendapatkan vaksin tahap kedua.
80 vaksinator dari Polri, serta Kodim dan Dinas Kesehatan Tulungagung dipersiapkan, untuk memastikan pemohon vaksin bisa terlayani dengan baik.
Kapolres Tulungagung, AKBP Handono Subiakto melalui Paur Humas Polres Tulungagung, Iptu Nenny Sasongko yang dikonfirmasi mengatakan, untuk memastikan pendataan, pemohon harus melakukan pendaftaran secara online melalui website http://bit.ly/POVAKSINASi selanjutnya apabila memenuhi syarat akan diumumkan melalui Http://bit.ly/pengumuman.
"Alhamdulillah, dalam pelaksanaan vaksinasi tahap II secara Drive-thru di GOR Lembu Peteng ini, mendapatkan respon dan antusiasme yang cukup baik dari masyarakat dengan jumlah kehadiran yang cukup tinggi," ujar Iptu Nenny.
Nenny menjelaskan, pemohon vaksin juga diwajibkan menerapkan protokol kesehatan saat mengantri, kemudian mengikuti screening hingga proses vaksinasi sampai observasi.
Hal ini dilakukan untuk meminimalkan potensi terjadinya penularan Covid-19 di masa pandemi ini.
"Jadi untuk satu orang pemohon tetap kita wajibkan protokol kesehatan,mulai dari saat mengantri, screening sampai observasi, sehingga tidak terjadi penumpukan dan kerumunan," jelasnya.
Nenny mengungkapkan, usai mengikuti vaksinasi,petugas membagikan bendera merah putih kepada pemohon vaksinasi.
Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menyambut HUT RI di bulan Agustus, sekaligus mengingatkan kembali nasionalisme pada masyarakat.
Dengan tumbuhnya rasa nasionalisme, maka seruan untuk bersama sama memerangi Covid-19 bisa dilakukan dengan maksimal.
"Kita bagikan bendera merah putih ini sebagai bentuk melawan Covid-19 yang kian hari semakin meningkat dan meneguhkan semangat Nasionalisme," pungkasnya. (bro)
Editor : Iman