klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Pemprov Jatim Gelontorkan Ratusan Miliar untuk Karantina TKI, DPRD : Pasti Akan Dievaluasi

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Anggota DPRD Jawa Timur, Fauzan Fuadi. (Ist)
Anggota DPRD Jawa Timur, Fauzan Fuadi. (Ist)

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Anggaran yang dikeluarkan oleh Pemprov Jatim untuk penanganan Covid-19 cukup fantastis. Tak tanggung-tanggung, kegiatan di luar program kerja Pemprov Jatim yang menghabiskan anggaran cukup besar ini salah satunya adalah karantina Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Kabupaten Bangkalan. Bahkan, anggaran tak terduga itu sampai menghabiskan sekitar Rp 250 miliar.

[irp]

"Besar banget ya anggaran tak terduganya? Biarlah rakyat yang menilai. Kita fokus bekerja dulu untuk penanganan pandemisembari menunggu arahan pusat seperti apa, setelah tanggal 25 Juli ini, PPKM level 4 lanjut atau akan ada pelonggaran," ujar Anggota Komisi C DPRD Jatim, Fauzan Fuadi kepada klikjatim.com, Minggu (25/7/2021) malam.

Kendati demikian, Fauzan mengaku bahwa pihaknya akan tetap melakukan evaluasi dan mempertanyakan penggunaan anggaran oleh Pemprov Jatim. "Pada saatnya, kami pasti akan evaluasi dan pertanyakan penggunaan anggaran oleh eksekutif, digunakan untuk apa saja dan seberapa besar dampaknya. Yang pasti saya (kaget), dan saya yakin mayoritas anggota DPRD Jatim lainnya banyak yang tidak tahu hal ini," tegas Fauzan.

Ketua Fraksi PKB DPRD Jatim tersebut juga mengakui, jika pihaknya tidak bisa melakukan pengawasan lapangan secara maksimal seiring dengan diterapkannya pembatasan mobilitas masyarakat. "Kami terlalu lama terbatas ruang gerak kami oleh PPKM. Sejak era PSBB, PPKM Mikro, PPKM Darurat, sekarang PPKM Level, pengawasan lapangan yang kami lakukan tidak bisa maksimal, ke kantor saja tidak bisa, semua WFH (work from home)," katanya.

Seperti diketahui, Pemprov Jatim telah mengeluarkan anggaran cukup besar untuk sejumlah kegiatan tak terduga dalam menyikapi perkembangan penyebaran Covid-19. "Ada hal-hal yang mungkin tidak terpikirkan," kata Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak dalam diskusi virtual Smart FM, Sabtu (24/7/2021) lalu.

Adapun kegiatan yang menghabiskan anggaran cukup besar di luar program kerja Pemprov Jatim yaitu karantina TKI di Bangkalan. Selain itu, program lain yang cukup menyedot anggaran adalah rumah sakit lapangan.

Pemprov Jatim sendiri membangun 4 rumah sakit lapangan yakni di Kota Surabaya, Malang, Madiun dan Jember. Operasional rumah sakit lapangan itu pun tak sedikit. Bahkan, untuk biaya konsumsi tiga rumah sakit lapangan mencapai Rp 59 miliar.

"Jadi memang ini adalah (kebutuhan) anggaran yang sangat signifikan," tandas Wagub Emil. (nul)

Editor :