klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Ribuan Karyawan Perusahaan di Sidoarjo Mulai Jalani Vaksinasi

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Gubernur Khofifah meninjau pelaksanaan vaksinasi Karyawan PT Integra Indocabinet, Tbk. (Satria Nugraha/klikjatim.com)
Gubernur Khofifah meninjau pelaksanaan vaksinasi Karyawan PT Integra Indocabinet, Tbk. (Satria Nugraha/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com I Sidoarjo – Ribuan karyawan PT Integra Indocabinet, Tbk, di Jalan Raya Betro, Desa Wedi, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo menjalani vaksinasi Covid-19. Berdasarkan jadwal, agenda pelaksanaan vaksinasi yang dimulai hari Sabtu (24/7/2021) akan berlangsung hingga Selasa (27/7/2021) mendatang.

[irp]

Tampak hadir dalam kegiatan itu di antaranya Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa; Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta; Pangdan V Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto; dan Pangkoarmada II, Laksamana Muda Iwan Isnurwanto. "Kita mengharapkan bisa menyisir semaksimal mungkin segmen-segmen yang kita harapkan menjadi penguatan terwujudnya herd immunity, seperti karyawan perusahaan," ujar Khofifah.

Untuk mewujudkan herd immunity selain dengan mendukung vaksinasi di sektor pekerja atau buruh, saat ini Pemprov Jatim juga maksimalkan vaksinasi basis sekolah, basis perusahaan, serta basis perguruan tinggi. "Harapannya adalah seluruh segmen ini akan saling menjadi penguatan, bagaimana herd immunity bisa segera kita wujudkan. Saya juga mengimbau kepada masyarakat yang belum divaksin agar segera mengakses tempat vaksinasi terdekat," imbuhnya.

Vaksinasi sektor pekerja di PT Integra ini mendapat dukungan dari BPJS Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK.

Deputi Direktur Wilayah BPJAMSOSTEK Jawa Timur, Deny Yusyulian mengungkapkan, untuk mempercepat pembentukan herd immunity dibutuhkan 70 persen dari penduduk Indonesia yang telah mendapatkan vaksin. "Oleh karena itu, saya mengimbau kepada seluruh peserta BPJAMSOSTEK untuk memanfaatkan fasilitas vaksin gratis ini agar kekebalan kelompok dapat segera terbentuk, sehingga perekonomian nasional dapat segera bangkit," ungkapnya.

Karena perekonomian digerakkan oleh pekerja. Artinya, mereka yang melakukan aktivitas produktif ini menciptakan nilai tambah atau output di perekonomian. Untuk itu pekerja harus mendapatkan prioritas vaksinasi, termasuk juga dengan masyarakat.

"Program ini sebagai salah satu upaya pemerintah dalam melindungi kesehatan para pekerja atau buruh, sehingga dapat bekerja dengan baik," kata Deny.

Meskipun sudah dilakukan vaksinasi, tapi Deny mengingatkan pekerja atau buruh agar tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan (prokes) di lingkungan masyarakat maupun di tempat kerja. Pasalnya kasus Covid-19 di sejumlah daerah melonjak dan berpeluang memperlambat pemulihan ekonomi.

"Semoga dengan semakin banyaknya masyarakat pekerja yang sudah mendapatkan vaksin, angka penyebaran Covid-19 bisa ditekan sehingga produktivitas pekerja dapat kembali normal dan ekonomi nasional bisa segera pulih," tutup Deny. (nul)

Editor :