klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Perumda Giri Tirta Minta Rp 7 Miliar Untuk Bangun Reservoar

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Dirut PDAM Siti Aminatus Zariyah sambil minum saat cek SPAM Umbulan Reservoir Giri-1 (dok klikjatim.com)
Dirut PDAM Siti Aminatus Zariyah sambil minum saat cek SPAM Umbulan Reservoir Giri-1 (dok klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik — Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Giri Tirta kembali meminta penyertaan modal untuk pengembangan bisnis air bersihnya. Saat evaluasi semester pertama APBD 2021 kemarin, Perumda Guri Tirta meminta penyertaan modal sebesar Rp 7 miliar. Dewan  menyebut permintaan penyertaan modal Pemuda Gresik berubah-ubah.

[irp]

Hal tersebut dikatakan oleh Anggota Badan Anggaran DPRD Gresik Syahrul Munir mengatakan, permintaan modal itu katanya akan digunakan untuk membangun reservoar air di titik Bunder. “Memang hal itu cukup bagus, namun, politisi PKB ini mempertanyakan karena nilainya selalu berubah-ubah,” katanya, Kamis (22/7/2021).

Sebelumnya, Perumda Giri Tirta mengklaim dengan adanya reservoar itu akan mengatasi permasalahan yang ada. Artinya, reservoar bisa membantu distribusi air ke wilayah Suci hingga Manyar lebih baik.

Syahrul mengaku, selama ini rencana bisnis Perumda Giri tirta tidak jelas. Mengingat, permintaan penyertaan modal untuk reservoar di Bunder itu awalnya senilai sekitar Rp 32 miliar. Setelah dibicarakan nominal itu ternyata sekaligus untuk sewa lahan disana.

“Begitu di tengah jalan, kabarnya Perumda Giri Tirta mendapat pinjaman lahan milik pemerintah. Sehingga biaya bisa ditekan. Saat itu perkiraan hanya butuh sekitar Rp 3,2 miliar,” jelas Wakil Ketua Komisi II itu.

Nah sekarang, Ketua Fraksi PKB Gresik itu kembali mendengar permintaan penyertaan modal tersebut. Tapi nilainya berubah lagi menjadi Rp 7 miliar. Oleh karena itu dalam Banggar, pihaknya bakal mengerucutkan pembahasan ke Komisi II nanti. “Nanti kita bahas lebih detil. Karena ini belum ada regulasinya kok tiba-tiba muncul nilai Rp 7 miliar,” imbuhnya.

Diketahui, distribusi air bersih ke wilayah Suci hingga Manyar menang paling sering bermasalah. Baik itu mampet karena kebocoran maupun air keruh. Penyebabnya, pipa di jalur Jalan Raya Cerme sering pecah. (bro)

Editor :