KLIKJATIM.Com | Gresik — Perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Gresik kembali memakan korban jiwa. Sabtu (17/7/2021) kemarin dilaporkan bahwa seorang kakek tewas usai disambar kereta api (KA), yang melintas di rel tanpa palang pintu tepatnya di Desa Padeg, Kecamatan Cerme.
[irp]
Korban diketahui bernama Ngahad (76), asal Desa Padeg RT 02 RW 07. Saat itu korban sedang berangkat ke tambak pada pukul 05.00 pagi.
Begitu menyeberangi lintasan rel KA, ternyata ada kereta Maharani yang melintas dari arah timur ke barat. "Dugaan sementara korban sedang berangkat ke Tambak dan tidak melihat dengan jelas ada kereta api yang lewat. Selain itu kondisi korban juga sudah berusia lanjut sekitar 76 tahun," terang Kapolsek Cerme, AKP Moh Nur Amin.
Karena kurang awas, secara tidak sengaja korban tersambar kereta yang melaju kencang hingga terpental dan tercebur ke dalam tambak sebelah rel.
Selanjutnya, masinis KA langsung menghubungi scurity Stasiun Cerme bernama Ahmad Faizin setelah menyadari menabrak orang. Lalu, dicek ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Saat mendatangi lokasi kejadian telah ditemukan seorang warga mengambang di tambak. Faizin pun menghubungi Kepala Desa Padeg, Iswoyo.
Pihak keluarga tidak menghendaki jasad korban diotopsi karena sudah mengikhlaskan kepergian korban. Sehingga jenazah langsung dievakuasi dan diurus sebagaimana mestinya.
Atas insiden tersebut, Kapolsek Cerme AKP Moh Nur Amin mengingatkan masyarakat agar berhati-hati saat melintasi rel tanpa palang pintu. "Kalau tidak waspada bisa celaka, makanya harus hati-hati, tengok kanan kiri sebelum menyeberang," himbaunya. (nul)
Editor : Abdul Aziz Qomar