KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Ketersediaan oksigen pasien di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Tulungagung semakin menipis. Hal ini menyusul tingginya kasus positif Covid-19 di daerah setempat yang terus meningkat setiap harinya.
[irp]
Kondisi ini pun diakui membuat khawatir. Pasalnya dari 10 RSDC di Tulungagung yang beroperasi akan ditambah 9 RSDC lagi minggu depan. Namun dengan adanya penambahan RSDC ini tidak disertai penambahan suplay oksigen medis untuk wilayah Tulungagung.
"Senin depan ini 19 RSDC sudah beroperasi. Nah, ini yang mengkhawatirkan karena tidak ada penambahan jumlah oksigen ke Tulungagung," ungkap Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Tulungagung, Kasil Rohmat, Kamis (15/7/2021).
Dijelaskan, saat ini per sehari rata-rata mendapatkan supplay 35 tabung oksigen dari dua suplayer oksigen medis. Jika dibagi rata, maka satu RSDC hanya mendapatkan 2 buah tabung oksigen medis. Padahal minimal pada satu RSDC terdapat 8 bed rawat inap.
"Dapatnya 1 RSDC cuman dapat 2 tabung. Nah, itu nanti bagaimana membaginya? Jadi kalau barangnya langka itu tidak, tapi itu tadi kondisinya," tutur Kasil.
Satgas Covid-19 sendiri tidak bisa berbuat banyak untuk mengatasi kondisi tersebut. Pihaknya hanya menunggu kebijakan pemerintah pusat untuk mendapatkan bantuan oksigen medis.
"Kalau di RSUD dr Iskak itu cukup karena RSUD punya tabung ukuran besar sekali dan distributor bisa langsung menyuplai oksigen ke dalam tabung tersebut," tambahnya. (nul)
Editor : Iman