KLIKJATIM.Com | Ponorogo - Kuota jalur afirmasi, khusus SMP untuk anak tenaga kesehatan (nakes) yang menangani kasus Covid-19 di Ponorogo tidak terisi 100 persen. Sebenarnya Dinas Pendidikan (Dindik) telah mengalokasikan 62 siswa yang diberikan prioritas masuk melalui jalur afirmasi. Namun, hanya ada 33 siswa yang mendaftar.
[irp]
"Jadi hanya 50 persen lebih sedikit ya. Yang mengambil hanya beberapa SMP negeri," ujar Kabid SMP Dindik Ponorogo, Soiran, Jumat (9/7/2021).
Dia menjelaskan, sekolah yang tidak mengambil dan tidak ada yang mendaftar dari jalur afirmasi ada 5 sekolah. Antara lain SMPN 4 Ponorogo, SMPN 5 Ponorogo, SMPN 3 Ponorogo, SMPN 1 Kauman dan SMPN 2 Kauman.
Menurutnya, semula sekolah itu menyediakan kuota jalur afirmasi tapi akhirnya dilarikan ke jalur zonasi. Contohnya di SMPN 1 Ponorogo untuk jalur afirmasinya hanya terisi beberapa.
Yang zonasi awalnya hanya 144 siswa. Kemudian ditambahi jalur afirmasi yang belum terpenuhi, serta perpindahan orang tua juga tidak terpenuhi.
"Jadi totalnya ada 161 untuk jalur zonasi. Karena ke tambahan jalur afirmasi dan perpindahan orang tua," katanya.
Tidak ada punishment untuk sekolah yang tidak mengambil jalur afirmasi. "Sekolah yang tidak mengambil ya tetap. Karena toh larinya ke zonasi juga tidak ke jalur lain," jelas Soiran.
Dia menerangkan, jalur afirmasi untuk SMP yang terpenuhi kurang lebih sama dengan tahun lalu. "Tahun lalu itu ada 35 siswa. Sekarang 33. Kan sama saja," pungkasnya.
Sebelumnya, Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo akan membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk SD dan SMP. Bagi anak dari tenaga kesehatan (nakes) yang menangani pasien Covid-19 akan diberikan prioritas untuk masuk sekolah favorit. (nul)
Editor : Fauzy Ahmad