KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Akhir akhir ini masyarakat dihebohkan dengan khasiat obat kecacigan Ivermectin, yang disebu sebut bisa digunakan untuk menyembuhkan Covid-19.
[irp]
Padahal dalam rilis resmi BPOM, disebutkan bahwa obat yang ijin edarnya untuk penyakit kecacingan merupakan obat keras yang dosis minumnya sekali dalam setahun.
BPOM juga mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan mengkonsumsi Ivermectin, sebab obat yang satu ini hanya bisa didapatkan sesuai dengan resep dokter, apalagi obat yang satu ini masuk dalam kategori obat keras.
Bahkan jika digunakan berlebihan bisa mengakibatkan sejumlah efek samping, seperti nyeri otot/sendi, ruam kulit, demam, pusing, sembelit, diare, mengantuk, dan Sindrom Stevens-Johnson.
Antipasi penyalahgunaan obat tersebut di Tulungagung juga dilakukan, hal ini disampaikan oleh Kasi Kefarmasian dan Perbekalan Dinas Kesehatan Tulungagung, Masduki yang ditemui di kantorya pada Rabu (07/07).
Masduki mengatakan, saat ini pihaknya bersama dengan Polres Tulungagung sudah melakukan koordinasi untuk memantau keberadaan dan pasokan Ivermectin di Tulungagung.
"Sudah kita lakukan bersma dengan Satreskrim Polres Tulungagung, untuk berkoordinasi melakukan pemantauan di lapangan,"ujarnya.
Sejauh ini menurut Masduki, dari hasil laporan apotik dan pemantauan di lapangan, dipastikan tidak ada Ivermectin maupun obat lain yakni Invarmac yang telah ditarik oleh BPOM.
"Setiap hari kita melakukan penelusuran dan melihat laporan dari apotik apotik mengenai keberadaan Ivermectin dan memang selama ini memang tidak ada apotik yang menjualnya," ucap Masduki.
Masduki mengungkapkan, untuk bisa mengkonsumsi obat tersebut diperlukan resep dokter dan pengawasan untuk penggunaanya.
"Kalau obat ini sebenarnya untuk penyakit kecacingan dan dosisnya itu sekali minum dalam setahun, jadi masuk kategori obat keras," terangnya.
Masduki mengingatkan kepada masyarakat yang saat ini tengah menjalani isolasi mandiri agar tidak panik dan membeli obat obatan tanpa resep dokter, apalagi melakukan self-medication tanpa pengawasan maupun anjuran dari tenaga kesehatan.
Pihakya memastikan sampai saat ini belum ditemukan obat untuk mengobati Covid-19, namun beberapa obat berpotensi dan siap digunakan untuk terapi Covid-19. (rtn)
Editor : Iman