klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Rekonstruksi Pembunuhan di Kos Pangsud, Tersangka Peragakan 14 Adegan

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Rekonstruksi adegan ke 7 saat pembekapan oleh tersangka terhadap korban hingga akhirnya tewas. (Miftahul Faiz/klikjatim.com)
Rekonstruksi adegan ke 7 saat pembekapan oleh tersangka terhadap korban hingga akhirnya tewas. (Miftahul Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Tersangka Untung (53), warga Dusun Kedunglo Rt 06 Rw 05, Kelurahan Karanglo, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, telah memperagakan detik-detik pembunuhan yang dilakukan kepada kekasih gelapnya, Kasniti. Total ada 14 adegan yang diperagakan dalam agenda rekonstruksi di asrama Mapolres Gresik tersebut, Kamis (19/12/2019).

Selain anggota kepolisian Satreskrim Polres Gresik, juga nampak dari Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) yang ikut hadir menyaksikan rekonstruksi. "Dalam rekonstruksi ini tersangka memperagakan tindakan yang dilakukan mulai dari kedatangan korban, terus rebahan, hubungan badan, menyekap (korban) hingga kabur ke enam kota," terang Kasatreskrim Polres Gresik, AKP Panji Pratistha.

Dalam pantauan di lapangan, terlihat korban mulai datang ke kosan tersangka. Lalu, korban rebahan sambil ngobrol dengan tersangka.

Tak lama kemudian, tersangka minta diurut oleh korban yang kesehariannya merupakan tukang pijit panggilan. Setelah pijit, korban kembali rebahan di kasur sambil mengeluh penyakit asmanya kambuh.

[irp]

Tersangka pun menawarkan obat penambah stamina dan akhirnya diminum oleh korban.

Usai meminum obat, korban yang merasa kecapean sempat rebahan terlebih dahulu sebelum keduanya (korban dan tersangka) melakukan hubungan badan. Kemudian, tersangka yang bekerja sebagai tukang jagal di salah satu Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Gresik semnpat ke luar kos dan ganti baju.

Nah, pada saat itulah tersangka melihat korban dalam kondisi lemas sambil ngomel-ngomel. Tersangka pun emosi, sehingga mengambil bantal dan langsung membekap wajah korban hingga akhirnya tewas.

"Tersangka membekap korban dengan bantal di kos itu, dengan posisi dari samping tubuh korban," terang Panji.

Selanjutnya, tersangka Untung mengganti gembok kos dan berangkat kerja. Besoknya, pada tanggal 4 Juni 2019 tersangka kembali ke kos dan mengambil Hp serta dompet korban sebelum akhirnya pulang ke Jombang.

Ketika itu dari mulut korban sudah keluar lendir kuning. "Untuk dompet korban dibuang di Jembatan Boboh, Menganti dan hp-nya dijual dengan harga Rp 100 ribu," lanjut Panji.

Dari adegan ke 9 sampai 14, tersangka Untung sudah keluar dari kos tanpa seorang pun yang melihat. Kemudian tersangka melarikan diri mulai dari Gresik, Jombang, Kediri, Surabaya, Serang Banten, dan Kalimantan.

[irp]

Seperti diketahui, awalnya korban Kasniti (49), warga Kelurahan Sidokumpul, Kecamataan Gresik Kota ditemukan sudah tidak bernyawa di kos-kosan khusus lak-laki, pada awal Desember lalu. Tepatnya di Jalan Panglima Sudirman (Pangsud), gang 16 nomor 26 Rt 5 Rw 3, Kelurahan Sidomoro, Kebomas, Gresik.

Dalam penyelidikan polisi, telah terungkap bahwa korban dibunuh oleh kekasih gelapnya yang sudah memiliki hubungan asmara selama 7 tahun. Yaitu, tersangka Untung (53), warga Dusun Kedunglo Rt 06 Rw 05, Kelurahan Karanglo, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang.

Adapun motif pembunuhan ini tersangka merasa jengkel karena selalu dimintai uang oleh korban. (iz/nul)

Editor :