klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Lokasi Karantina RSDC Tulungagung Penuh

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy

KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Sejak Selasa (28/06) kemarin kapasitas karantina di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Tulungagung sudah penuh.

[irp]

Hal ini disampaikan oleh Direktur RSDC Tulungagung, Heru Nur Cahyono yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Rabu (30/06) pagi.

Heru mengakui, kondisi lokasi karantina yang penuh ini sudah terjadi sejak 2 hari yang lalu.

"Memang benar sudah penuh sejak 2 hari yang lalu, semoga hari ini ada yang sembuh atau sudah selesainya isolasinya," ujarnya.

Heru menyebut, mulai Senin kemarin jumlah terkonfirmasi yang menjalani karantina di RSDC sebanyak 128 orang, sesuai dengan jumlah maksimal lokasi karantina.

Dengan keadaan ini, pihaknya memutuskan untuk menunda dulu pengiriman terkonfirmasi dari Puskesmas Puskemas penyangga, dan meminta mereka untuk menjalani karantina di Puskesmas atau RSDC lainnya.

"Jumlah total penghuninya sebanyak 128 orang, langkah yang kita ambil ya menunda pengiriman terkonfirmasi ke RSDC UIN Satu ini, biar di karantina di RSDCdan puskesmas lain dulu," jelasnya.

Heru mengungkapkan, sesuai dengan perhitungan masa isolasi, pada Rabu sore nanti ada 40 penghuni karantina RSDC yang telah habis masa isolasinya.

Jika mereka tidak lagi memiliki gejala atau kondisinya dipastikan sehat, maka mereka bisa melanjutkan isolasi mandiri di rumahnya masing masing.

"40 orang ini mereka yang masuk dalam kategori transmisi lokal dan menjalani isolasi selama seminggu, kalau ada gejala yang diperpanjang lagi isolasinya,"ucap Heru.

Selanjutnya menurut Heru, pihaknya telah mengusulkan kepada Satgas Covid-19 agar mempertimbangkan pemanfaatkan Rusunawa MBR kelurahan Jepun sebagai lokasi karantina selanjutnya.

Sebab selama ini Rusunawa MBR masih belum digunakan dan hanya dipakai sebagai tempat transit Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Tulungagung yang baru pulang dari luar negeri.

"Kita usulkan untuk penggunaan Rusunawa MBR yang Jepun itu, selama inikan masih digunakan untuk isolasi PMI," pungkasnya. (bro)

Editor :